Dokter Anak: Tidak Semua Anak Pendek Alami Stunting

  • 08 Sep 2026 06:38 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Anak bertubuh pendek tidak selalu berarti mengalami stunting. Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi tersebut harus dinilai berdasarkan standar pertumbuhan dan melalui evaluasi kesehatan secara menyeluruh.

Hal itu disampaikan dr. Liesa Ferawaty Lesomar, Sp.A, fasilitator dokter anak RSUD Kabupaten Fakfak, dalam dialog interaktif bertema “Percepatan Penurunan Stunting dan Malnutrisi melalui Sistem Rujukan Faskes” di Pro 1 RRI Fakfak.

“Tidak semua anak pendek otomatis disebut stunting. Stunting adalah kondisi panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan yang telah ditetapkan, tetapi setiap anak tetap harus dievaluasi secara menyeluruh,” jelas dr. Liesa.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya melihat tinggi badan anak. Tenaga kesehatan juga perlu mempertimbangkan tinggi badan orang tua, riwayat kehamilan dan kelahiran, pola pertumbuhan sejak bayi, asupan makanan, penyakit kronis, infeksi berulang, hingga kemungkinan gangguan hormonal atau penyakit lainnya.

Karena itu, pengukuran antropometri yang benar menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi pertumbuhan anak. Hasil pengukuran kemudian perlu dinilai oleh tenaga kesehatan agar gangguan pertumbuhan dapat dibedakan dari variasi pertumbuhan normal maupun kondisi medis tertentu.

Dr. Liesa juga mengingatkan bahwa pemberian makanan tambahan saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan stunting. Menurutnya, stunting merupakan kondisi multifaktorial yang dapat berkaitan dengan kekurangan asupan, pola makan yang tidak tepat, infeksi berulang, penyakit jantung bawaan, gangguan saluran cerna, gangguan hormon maupun penyakit kronis.

“Pemberian makanan tambahan tanpa mengetahui penyebab dasarnya dapat menyebabkan masalah utama tidak teratasi,” tegasnya.

Pemahaman yang tepat tersebut dinilai penting agar orang tua tidak melakukan penanganan secara mandiri hanya berdasarkan kondisi fisik anak. Evaluasi sejak dini memungkinkan penyebab gangguan pertumbuhan ditemukan dan anak mendapatkan intervensi yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....