Cegah Stunting, Bupati Samuan Dahlan Minta Nakes Perkuat Deteksi Dini
- 05 Sep 2026 20:00 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak: Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta penguatan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Fakfak Samaun Dahlan dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak, Arobi Hindom, saat membuka Pelatihan Pencegahan Stunting, Sabtu 5 September 2026.
Kegiatan mengangkat tema “Peran Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting melalui Sistem Rujukan Berjenjang dan Tata Laksana Gizi Buruk”. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, kepala puskesmas, dokter, bidan, tenaga gizi, perawat serta tenaga kesehatan lainnya.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak. Stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, bahkan kualitas kehidupan seseorang di masa depan.” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bupati menegaskan, pencegahan dan penurunan stunting tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak secara terpadu.
Dalam sambutannya, Bupati menilai tenaga kesehatan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menemukan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini, mulai dari pelayanan ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, pemantauan pertumbuhan balita, imunisasi hingga pemenuhan dan penanganan masalah gizi.
“Saya berharap para tenaga kesehatan tidak hanya berperan ketika seorang anak sudah mengalami masalah gizi, tetapi juga semakin kuat dalam upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada keluarga, pemantauan pertumbuhan secara berkala, pemberian konseling gizi, serta deteksi dini terhadap risiko stunting dan gizi buruk.” harap Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya memperkuat sistem rujukan berjenjang. Ketika ditemukan anak dengan masalah gizi atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, proses rujukan harus berlangsung cepat, tepat, terkoordinasi dan tidak terputus.
Menurutnya, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, kader dan keluarga perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi anak yang dapat ditangani pada tingkat pelayanan tertentu maupun kondisi yang membutuhkan rujukan segera.
Penanganan gizi buruk, lanjut Bupati, juga membutuhkan kompetensi, ketelitian, kepatuhan terhadap standar pelayanan serta kerja sama lintas profesi. Karena itu, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin responsif terhadap persoalan gizi dan stunting di Kabupaten Fakfak.” pesan Bupati.
Bupati meminta hasil pelatihan diteruskan kepada seluruh tenaga kesehatan di wilayah kerja masing-masing. Pemerintah Kabupaten Fakfak, kata dia, berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia dengan memastikan anak-anak Fakfak dapat tumbuh sehat, berkembang optimal dan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pelatihan Pencegahan Stunting tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Fakfak melalui Pj Sekda Arobi Hindom. Kegiatan diharapkan menjadi momentum memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, mempercepat deteksi dini, memastikan sistem rujukan berjalan baik serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Fakfak
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....