Pemkab Fakfak Susun Strategi Pemerataan Tenaga Kesehatan
- 08 Jul 2026 16:00 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui program prioritas Fakfak Sehat yang menjadi bagian dari 32 program visi dan misi pemerintahan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Fakfak Bidang Pengetahuan Pengembangan Teknologi dan Pengembangan SDM, Marcell Rahamitu, saat membuka Workshop Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kabupaten Fakfak Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Papua Fakfak, Rabu 8 Juli 2026.
Marcell mengatakan, program Fakfak Sehat merupakan salah satu bagian penting dari arah pembangunan daerah, yang di dalamnya mencakup pelayanan kesehatan gratis, pendampingan pasien melalui pemberian makanan gratis, program ibu hamil bahagia, serta upaya mewujudkan bayi sehat.
“Pemerintah daerah secara khusus di bawah pemerintahan Bupati Kabupaten Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, dalam 32 program visi misi pemerintah daerah salah satunya adalah Fakfak Sehat,” ujar Marcell.
Ia menjelaskan, dalam mewujudkan program tersebut dibutuhkan standar pelayanan kesehatan yang maksimal. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada rumah sakit, tetapi juga harus didukung oleh puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), posyandu, hingga fasilitas kesehatan yang berada di wilayah terpencil.
“Kunci terbesar dalam standar pelayanan maksimal selain rumah sakit adalah puskesmas, baik puskesmas yang dekat maupun yang jauh, termasuk posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya,” katanya.
Marcell menambahkan, workshop perencanaan kebutuhan SDM kesehatan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, khususnya dalam memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak.
“Kita butuh adanya jaminan tersedianya tenaga kesehatan yang cukup kompeten. Kita berharap pelayanan kesehatan baik di distrik maupun pustu dapat berjalan dengan baik, kemudian meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan hingga daerah terpencil,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan evaluasi bersama pemerintah daerah, capaian standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya mengalami sedikit penurunan. Karena itu, diperlukan strategi baru melalui perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang lebih tepat.
“Kita akan evaluasi bersama pemerintah daerah dan beberapa OPD berkaitan dengan standar pelayanan minimal, target dan realisasi tahun 2025. Dibandingkan tahun 2024, kita mengalami sedikit kemunduran, sehingga ke depan perlu ada peningkatan,” jelas Marcell.
Melalui workshop yang berlangsung pada 8 hingga 10 Juli 2026 tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap dapat menghasilkan perencanaan kebutuhan SDM kesehatan yang akurat, terukur, dan berkualitas guna mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan daerah maupun nasional.
“Harapan kami workshop ini dapat menghasilkan perencanaan kebutuhan kesehatan yang akurat dan terukur untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta mendukung terwujudnya 32 program pemerintah daerah, khususnya Fakfak Sehat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....