Instruktur Zumba Dituntut Terus Belajar dan Bangun Personal Branding

  • 09 Mei 2026 03:57 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Menjadi instruktur zumba tidak hanya mengandalkan kemampuan menari, tetapi juga harus terus mengikuti perkembangan musik dan koreografi yang rutin diperbarui dalam komunitas zumba internasional.

Instruktur zumba Yusran mengatakan dirinya telah berkecimpung di dunia zumba selama tiga tahun. Menurutnya, seseorang yang ingin menjadi instruktur sebaiknya terlebih dahulu mengikuti kelas zumba agar memahami dasar gerakan dan suasana latihan.

“Kalau mau jadi instruktur sebaiknya ikut kelas dulu supaya paham gerakan dasar dan ritme kelas,” ujarnya dalam program “Indonesia Sehat” RRI Pro 1 Fakfak bertema “Zumba dan Tren Kebugaran Masa Kini”.

Ia menjelaskan, zumba memiliki sistem pelatihan dan sertifikasi resmi yang dikelola oleh Zumba Fitness LLC⁠ sebagai pemilik program zumba internasional. Calon instruktur biasanya mengikuti pelatihan dasar seperti Zumba Basic Training yang dipandu trainer resmi atau Zumba Education Specialist (ZES).

“Dalam training yang diajarkan itu teknik dasar, cara membangun kelas, termasuk pemanasan dan pendinginan,” katanya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat instruktur zumba. Selanjutnya, instruktur dapat bergabung dalam jaringan Zumba Instructor Network atau ZIN untuk mendapatkan akses lagu, koreografi terbaru, dan pembaruan materi resmi zumba sehingga suasana kelas tidak monoton.

“Setiap ada lagu baru biasanya ada semangat baru juga buat member,” katanya.

Selain kemampuan mengajar, personal branding juga dinilai penting bagi seorang instruktur di era digital saat ini. Media sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan kelas dan membangun hubungan dengan peserta.

“Sekarang media sosial penting untuk membangun personal branding supaya orang lebih mengenal kita,” ujarnya.

Sementara itu, Lilly mengatakan para instruktur tetap harus memperhatikan standar latihan mulai dari pemanasan, sesi inti hingga pendinginan agar peserta dapat berolahraga dengan aman.

“Kita tidak tahu kondisi kesehatan setiap orang, jadi tahapan latihan harus tetap diperhatikan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....