Dua Kawasan Transmigrasi Fakfak Didorong Berkembang Melalui Ekspedisi Patriot

  • 29 Sep 2026 14:08 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Lud Masrur Kamudi, menyampaikan perkembangan pengelolaan kawasan transmigrasi di daerah tersebut. Kabupaten Fakfak saat ini memiliki dua kawasan transmigrasi yang ditetapkan pemerintah, yakni Bomberai Tomage dan Weri Saharei.

Lud Masrur menjelaskan kawasan transmigrasi Bomberai Tomage telah berdiri sejak 1997 dan proses pembinaannya telah selesai. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi wilayah pemerintahan Distrik Bomberai dan Distrik Tomage yang di dalamnya terdapat sejumlah kampung.

"Untuk Kabupaten Fakfak itu ada dua lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi, yang pertama kawasan transmigrasi Bomberai Tomage dan yang kedua kawasan transmigrasi Weri Saharei," ujar Lud Masrur kepada RRI.

Sementara kawasan transmigrasi Weri Saharei baru diusulkan dan ditetapkan pada 2015 lalu. Menurut Lud, pengembangan kedua kawasan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor.

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia kemudian menurunkan Tim Ekspedisi Patriot untuk membantu mengkaji potensi kawasan transmigrasi di berbagai daerah. Untuk Fakfak, Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Hasanuddin ditempatkan di Weri Saharei, sedangkan tim dari Universitas Padjadjaran bertugas di Bomberai Tomage.

"Mereka yang datang ini diberi amanah untuk bertugas kurang lebih empat bulan ke depan di Fakfak, di dua kawasan tersebut," kata Lud Masrur.

Tim tersebut telah berada di Kabupaten Fakfak sejak Agustus 2026 dan menjalankan berbagai kegiatan riset serta pendekatan kepada masyarakat. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan kawasan transmigrasi.

Lud Masrur berharap keberadaan Tim Ekspedisi Patriot dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua kawasan tersebut. Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan hasil kajian sebagai dasar pengembangan program sesuai kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....