Cuaca Ekstrem Pengaruhi Pasokan Komoditas Pangan di Kabupaten Fakfak

  • 21 Sep 2026 13:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Perkembangan harga sejumlah komoditas barang kebutuhan pokok dan barang penting di Kabupaten Fakfak mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari cuaca ekstrem, keterbatasan pasokan dari daerah sentra produksi hingga tingginya biaya distribusi melalui jalur laut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak, Bahman S. Mokoginta, mengatakan kenaikan harga pada umumnya dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Pada umumnya, kenaikan harga dipicu oleh pasokan dari daerah sentra produksi yang bisa terjadi akibat faktor cuaca ekstrem, seperti musim kemarau berkepanjangan sampai saat ini,” kata Bahman.

Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan kendala jalur distribusi logistik menuju Fakfak. Keterlambatan kapal, termasuk kapal tol laut dan kapal penumpang yang menjalani docking, turut memengaruhi kelancaran pasokan sejumlah komoditas ke daerah.

Bahman menjelaskan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah cabai. Minimnya pasokan dari petani lokal akibat kemarau, ditambah modal pemasok yang relatif tinggi serta biaya logistik melalui jalur laut, menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga.

“Untuk harga cabai melonjak akibat minimnya pasokan dari petani lokal. Dampaknya seperti karena kekeringan kemarau, kemudian modal yang didapat relatif tinggi dan ditambah biaya logistik kapal laut,” ujarnya.

Selain cabai, sejumlah sayuran hijau lokal seperti kangkung, sawi, dan bayam juga mengalami penurunan pasokan secara drastis di pasar. Kondisi tersebut menyebabkan harga eceran beberapa jenis sayuran dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan harga normal.

Ia menyebutkan, faktor cuaca ekstrem di daerah pemasok dapat memengaruhi produksi pertanian hingga menyebabkan gagal panen. Kabupaten Fakfak juga masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sehingga ketika produksi di daerah asal menurun, jumlah komoditas yang masuk ke Fakfak ikut terbatas dan berdampak terhadap harga.

“Jalur distribusi dan biaya logistik juga dipengaruhi kondisi cuaca sehingga memperlambat pasokan. Barang yang cepat busuk maupun rusak juga meningkatkan biaya transportasi,” jelas Bahman.

Untuk menjaga ketersediaan komoditas di pasar Fakfak, pedagang disebut telah berupaya mendatangkan sayuran dan cabai dari sejumlah daerah, di antaranya SBT, Bula, Wahai, dan Sorong. Sementara itu, pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok terus dilakukan setiap hari melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....