Dinas Pertanian Fakfak Perkuat Ketahanan Pangan Tahun 2026

  • 22 Mei 2026 12:39 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Program peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Fakfak pada tahun 2026 akan difokuskan pada pengembangan komoditas strategis seperti padi, jagung, dan sayur-sayuran. Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama pemerintah pusat menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung peningkatan produksi pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Muhammad Sholeh mengatakan, ketahanan pangan harus dilihat dari beberapa variabel penting, terutama komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, padi, jagung, dan sayur-sayuran menjadi fokus utama pengembangan pada tahun 2026.

“Pertama ini berbicara tentang ketahanan pangan. Ada beberapa variabel yang harus kita lihat. Pertama dari sisi komoditasnya, yaitu padi, jagung, dan juga sayur-sayuran,” ujar Muhammad Sholeh saat diwawancarai terkait program ketahanan pangan Kabupaten Fakfak tahun 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan regulasi terkait pengembangan sektor pertanian, termasuk program pencetakan sawah yang pembiayaannya direncanakan langsung dari Kementerian Pertanian. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengembangan tanaman jagung di sejumlah wilayah potensial.

“Khusus untuk pengembangan tanaman padi, baik cetak sawah maupun pengembangan padi gogo, saat ini memang masih menghadapi tantangan karena sistem irigasi sebelumnya belum tersedia,” katanya. Namun demikian, menurutnya pembangunan jaringan irigasi primer dan sekunder yang mulai dilakukan sejak tahun 2024 diharapkan mampu mendukung program cetak sawah tersebut.

Muhammad Sholeh menuturkan, kondisi tanah di Fakfak dinilai cocok untuk pengembangan padi gogo. Hal itu dibuktikan melalui uji coba yang dilakukan oleh IPB University dengan menggunakan varietas tertentu yang telah diperkenalkan di Kabupaten Fakfak.

“Ada varietas tertentu yang dihasilkan oleh IPB Bogor dan sudah diintroduksi di Kabupaten Fakfak. Produksinya sangat berhasil dari sisi produktivitas lahan. Artinya, padi gogo tersebut cocok untuk dikembangkan di Fakfak,” ujarnya.

Selain padi dan jagung, pengembangan sektor sayur-sayuran juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Muhammad Sholeh menyebut, pengembangan komoditas sayuran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi juga pemerintah kampung melalui pemanfaatan dana kampung untuk program ketahanan pangan.

“Sebanyak 20 persen dana kampung dapat dialokasikan untuk pengembangan ketahanan pangan, termasuk sayur-sayuran. Kami berharap seluruh pemerintah kampung dan distrik bisa konsisten menjalankan aturan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak juga akan memfokuskan intervensi pada komoditas hortikultura yang berpengaruh terhadap inflasi daerah, seperti rica dan tomat. Pengembangan tanaman tersebut dipusatkan di sejumlah sentra produksi, terutama di wilayah Fakfak Timur dan Fakfak Barat, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....