Dinas Perikanan Fakfak Pastikan Stok Ikan Tetap Aman
- 22 Apr 2026 11:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak, - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak memastikan ketersediaan ikan di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan stabil selama tiga bulan terakhir, yakni Januari hingga Maret 2026. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak, Jubair Hegemur, sebagai bentuk jaminan terhadap kebutuhan konsumsi masyarakat.
Menurut Jubair, stok ikan di Fakfak terpantau cukup dan tidak mengalami kendala berarti. Ia menyebutkan bahwa berbagai jenis ikan tersedia secara merata di pasaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan dalam waktu dekat.
“Persediaan ikan untuk tiga bulan terakhir ini tersedia cukup stabil. Jenis ikan yang dominan antara lain tongkol, cakalang, ikan ekor kuning, ikan merah, mubara, hingga ikan puri,” ujarnya.
Selain ketersediaan yang terjaga, harga ikan di pasaran juga relatif normal. Jubair merinci, harga ikan ekor kuning ukuran kecil hingga sedang berkisar antara Rp.25.000 hingga Rp.30.000 per ekor, sementara cakalang merah berada di kisaran Rp.30.000 hingga Rp.50.000.
Sementara itu, untuk jenis ikan lainnya, seperti cakalang ukuran sedang dijual dengan harga Rp.20.000 hingga Rp.30.000. Ikan momar dibanderol sekitar Rp.10.000 hingga Rp.20.000, tongkol berkisar Rp10.000 hingga Rp.15.000, dan mubara mencapai Rp50.000 hingga Rp.60.000 per ekor.
Distribusi ikan di Fakfak tersebar di sejumlah pasar utama, seperti Pasar Tanjung Wagom, Pasar Dulang Popok, dan Pasar Danuria. Aktivitas jual beli ikan umumnya sudah dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT hingga sore hari sekitar pukul 18.00 WIT, dengan nelayan langsung menjajakan hasil tangkapan mereka.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, hasil perikanan Fakfak juga dipasarkan ke berbagai daerah lain, baik di dalam maupun luar Papua. Untuk wilayah Papua, distribusi dilakukan ke Manokwari dan Jayapura, sedangkan ke luar Papua mencakup kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Selain ikan, komoditas lain seperti kepiting, udang, dan hasil laut lainnya juga turut dikirim ke luar daerah. Jubair menambahkan, aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan umumnya dilakukan pada jarak 2 hingga 7 mil laut, bahkan hingga mendekati wilayah perairan Sorong, guna memastikan hasil tangkapan tetap optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....