Upaya Menjaga Mutu Pala Tomandin Terus Diperkuat Dari Kampung

  • 01 Sep 2026 18:51 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Komitmen menjaga mutu dan kualitas pala Tomandin Fakfak terus diperkuat hingga ke tingkat kampung. Hal ini ditunjukkan Kepala Kampung Tibatibananam, H. Mansur Ugar, yang menginisiasi sekaligus memfasilitasi sosialisasi Edaran Bupati Fakfak tentang Mutu dan Kualitas Pala bagi masyarakat tiga kampung di Distrik Teluk Patipi.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kampung Tibatibananam tersebut melibatkan masyarakat dari Kampung Mawar, Kampung Tibatibananam dan Kampung Offie. Sosialisasi menjadi momentum untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga mutu pala sejak dari kebun, pemanenan, penanganan pascapanen, pengeringan hingga proses perdagangan.

Kepala Kampung Tibatibananam, H. Mansur Ugar, mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan karena masih ditemukan persoalan di lapangan, khususnya terkait pemanenan buah pala yang belum mencapai tingkat kematangan yang cukup namun sudah dipetik dan dijual.

“Sengaja saya hadirkan pemerintah kabupaten dalam sosialisasi ini karena masih ada persoalan di lapangan. Jangan sampai pala belum tua betul sudah dipetik. Kita harus menjaga pala supaya ketika dipanen benar-benar menghasilkan kualitas yang baik dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.” ujar Mansur Ugar.

Mansur juga berharap perdagangan pala di tingkat kampung dapat memberikan ruang lebih besar kepada pengumpul Orang Asli Fakfak (OAF) dari kampung setempat. Menurutnya, keberadaan pengumpul lokal dapat memperkuat mata rantai ekonomi kampung sekaligus mengurangi dorongan masyarakat untuk memanen buah yang belum matang akibat kebutuhan penjualan secara cepat.

Selain persoalan mutu, Mansur menyoroti kondisi iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu, terutama musim panas yang berdampak terhadap tanaman pala. Tanaman yang masih muda dinilai membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasan air dan cuaca panas dapat menyebabkan tanaman mengalami stres, kekeringan bahkan kematian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., memberikan apresiasi kepada Kepala Kampung Tibatibananam yang telah berinisiatif menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah kampung sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan pekebun.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung Tibatibananam. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kampung memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan dan masa depan komoditas pala masyarakat. Inisiatif seperti ini perlu terus dikembangkan di kampung-kampung penghasil pala lainnya.” kata Widhi.

Widhi menjelaskan, mutu pala dipengaruhi berbagai tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman, tingkat kematangan buah, waktu panen, cara pemetikan, penanganan setelah panen, pengeringan hingga penyimpanan. Karena itu, Edaran Bupati Fakfak tentang mutu dan kualitas pala tidak hanya dipandang sebagai aturan administratif, tetapi sebagai upaya membangun kesadaran bersama di tingkat masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga mutu pala. “Pemerintah hadir memberikan kebijakan, pembinaan, sosialisasi dan dukungan. Tetapi yang paling menentukan adalah masyarakat dan pekebun sendiri. Pala itu milik masyarakat, tumbuh di kebun masyarakat, sehingga masyarakatlah yang pertama harus menjaga kualitasnya.” tegasnya.

Widhi berharap inisiatif yang dilakukan Kepala Kampung Tibatibananam dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung penghasil pala lainnya. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kampung, pekebun, pengumpul dan pelaku usaha, mutu pala Tomandin Fakfak diharapkan semakin terjaga, sehingga nilai ekonomi dan daya saingnya terus meningkat untuk kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pala Fakfak di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....