Pemerintah Kabupaten Fakfak Dorong Satu Solar Dryer Setiap Kampung

  • 08 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, mengatakan sarana pendukung pengolahan pala masih belum menjangkau seluruh petani dan pelaku usaha pala yang tersebar di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, komoditas pala di Fakfak tersebar luas pada 15 distrik dan sejumlah kampung, sehingga kebutuhan terhadap sarana pengeringan masih cukup besar. Kondisi tersebut membuat bantuan berupa kontainer pengering belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan petani.

“Kalau kita lihat dari seluruh petani pekebun pala atau pengusaha maupun kebun pala kita, 78,15 persen tersebar di 15 distrik,” kata Widhi Asmorojati.

Ia menjelaskan, fasilitas pengering yang tersedia saat ini baru dapat menjangkau beberapa kelompok petani. Karena itu, pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu serta kualitas hasil pengolahan pala.

Widhi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah membantu pembangunan sejumlah solar dryer dome dengan model transparan. Fasilitas tersebut dinilai dapat mempercepat proses pengeringan bunga maupun biji pala.

“Dalam dua tahun terakhir dibangun sekitar empat unit, kemudian berkembang hingga saat ini ada solar dryer model mini yang juga menjadi pilot project sebanyak empat unit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak saat ini mendorong pembangunan sarana pengeringan pala di setiap kampung yang menjadi sentra produksi. Pemerintah menargetkan setiap kampung penghasil pala dapat memiliki satu unit sarana pengering, terutama untuk mendukung pengumpul pala asli Fakfak.

Menurut Widhi, keberadaan pengumpul di kampung menjadi bagian penting dalam rantai pemasaran pala karena mereka membeli dan mengumpulkan hasil pala dari keluarga maupun masyarakat satu kampung sebelum dipasarkan kepada pengumpul lain atau pedagang grosir antarpulau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....