Dari Kebun hingga Antarpulau, Pala Fakfak Terus Gerakkan Ekonomi Daerah
- 01 Sep 2026 18:49 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Perdagangan komoditas pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Hingga Agustus 2026, aktivitas perdagangan pala antarpulau memberikan kontribusi melalui produksi, nilai transaksi dan penerimaan retribusi daerah.
Khusus Agustus 2026, produksi pala Fakfak tercatat mencapai 131.850 kilogram, terdiri dari 106.250 kilogram pala kulit, 12.490 kilogram pala ketok dan 13.110 kilogram fuli. Dari aktivitas tersebut, nilai transaksi mencapai Rp8.732.650.000 dengan realisasi retribusi daerah sebesar Rp49.356.500.
Data pengiriman juga mencatat sebanyak 1.476 koli komoditas pala diperdagangkan antarpulau selama Agustus. Sementara secara kumulatif, produksi pala sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 1.157.583 kilogram atau sekitar 1.157,58 ton.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan, capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang bergerak mulai dari kebun petani, pengumpulan, perdagangan hingga pengiriman pala keluar daerah.
“Perubahan iklim dan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi tentu berpengaruh terhadap tanaman pala, termasuk waktu pembungaan, pembentukan buah hingga waktu panen. Karena itu, petani perlu menyesuaikan kegiatan budidaya dan waktu panen dengan kondisi tanaman serta cuaca di lapangan.” ujar Widhi.
Widhi menilai, peningkatan produksi pala harus berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu dan kualitas. Menurutnya, pala yang dipanen pada tingkat kematangan tepat, kemudian ditangani, dikeringkan dan disimpan dengan baik, akan memiliki nilai ekonomi lebih baik serta mampu mempertahankan citra pala Fakfak di pasar.
“Kita tidak hanya mengejar jumlah produksi, tetapi juga harus menjaga mutu dan kualitas. Pala Fakfak memiliki identitas dan nilai tersendiri, sehingga penanganan mulai dari kebun sampai proses perdagangan harus dilakukan dengan baik.” ungkapnya.
Ia menambahkan, mutu yang terjaga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komoditas pala Fakfak. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani pekebun.
Widhi juga memberikan apresiasi kepada seluruh petani dan pelaku usaha pala yang tetap mempertahankan produksi serta aktivitas perdagangan di tengah tantangan perubahan cuaca. Ia menilai keberlanjutan komoditas pala membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Kami memberikan apresiasi kepada para petani pekebun pala dan pelaku usaha pala yang terus bekerja, mempertahankan kebun, menjaga produksi dan menggerakkan perdagangan pala Fakfak. Pemerintah akan terus mendorong agar komoditas pala tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” katanya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan akan terus mendorong penguatan pala sebagai komoditas unggulan daerah, dengan fokus pada peningkatan produksi, mutu dan nilai tambah, sehingga potensi ekonomi pala dapat semakin memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....