Petugas Kebersihan Fakfak Tangani Lonjakan Volume Sampah

  • 20 Agt 2026 15:16 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Volume sampah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengalami peningkatan setelah pelaksanaan dua agenda besar, yakni peringatan Islam Masuk di Tanah Papua ke-666 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peningkatan terjadi seiring tingginya aktivitas dan jumlah masyarakat yang menghadiri berbagai rangkaian kegiatan.

Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Dikson Iha, mengatakan dua agenda tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan volume sampah, terutama di sejumlah lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

“Berkaitan dengan dua agenda besar, yang pertama Islam Masuk di Tanah Papua yang ke-666 dan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, memang menghadirkan banyak masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan volume sampah,” kata Dikson.

Menurutnya, rangkaian kegiatan Islam Masuk di Tanah Papua berlangsung selama kurang lebih 15 hari. Selama kegiatan tersebut, petugas kebersihan menemukan peningkatan volume sampah setiap hari, khususnya di kawasan reklamasi dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi salah satu titik penyelenggaraan kegiatan.

“Memang setiap hari terjadi peningkatan volume sampah, khususnya di reklamasi maupun di titik penyelenggaraan yaitu di RTH. Ditambah lagi pada kegiatan tersebut disusul musim buah-buahan sehingga terjadi peningkatan sampah,” ujarnya.

Peningkatan kembali terjadi saat rangkaian perayaan HUT ke-81 RI, terutama di sepanjang jalan reklamasi serta lokasi finis kegiatan gerak jalan dan karnaval di RTH Taman Ma’ruf Amin. Tingginya konsentrasi masyarakat di lokasi tersebut turut menghasilkan sampah dalam jumlah lebih banyak.

Dikson menjelaskan, volume sampah yang sebelumnya rata-rata sekitar 151 kubikasi per hari meningkat menjadi sekitar 171 kubikasi per hari. Sampah yang terkumpul masih didominasi sampah campuran, seperti plastik, botol kemasan dan berbagai jenis sampah lainnya.

“Dari dua agenda itu terjadi peningkatan volume sampah, yang tadinya hanya berkisar 151 kubikasi, naik menjadi 171 kubikasi setiap hari. Sampahnya masih campuran, seperti sampah plastik, botol kemasan dan lain-lain,” jelasnya.

Untuk penanganannya, sampah yang dikumpulkan petugas langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kadamber. Pemilahan kemudian dilakukan oleh pemulung yang berada di lokasi TPA, khususnya terhadap botol dan kemasan yang masih memiliki nilai jual untuk disalurkan ke bank sampah maupun pembeli lainnya. Sementara sampah yang tidak dapat dimanfaatkan langsung didorong ke lokasi pembuangan.

“Insya Allah sampai saat ini kapasitas penampungan di TPA Kadamber masih bisa memuat, sehingga tidak menghalangi ruas jalan. Untuk dua agenda tersebut, kami melakukan dua shift, yakni pagi dan sore sampai malam,” kata Dikson.

Ia menambahkan, pada shift pagi sebanyak 15 personel dikerahkan untuk membersihkan kawasan sepanjang reklamasi hingga kawasan Tumburuni dan Izak Tellussa. Sementara pada sore hingga malam hari, pembersihan dilanjutkan sekitar 43 staf dari Bidang Kebersihan guna memastikan kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat tetap bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....