Pasar Kelapa II Dibongkar, Pasar Thumburuni Jadi Pusat Perekonomian
- 01 Okt 2026 13:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, - Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berencana membongkar bangunan Pasar Kelapa II di Jalan Dr. Salasa Namudat pada Oktober 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan perdagangan sekaligus mendorong pemusatan aktivitas ekonomi masyarakat di Pasar Rakyat Thumburuni.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, mengatakan rencana pembongkaran telah dibahas bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Salah satu pertimbangan utama ialah kondisi Pasar Kelapa II yang dinilai sudah kumuh dan mengganggu estetika kawasan perkotaan.
"Kami telah rapat dengan berbagai instansi atau OPD terkait. Salah satunya menyepakati pembongkaran Pasar Kelapa II karena memang sudah terlihat kumuh dan merusak estetika Kota Fakfak," ujar Mohjak.
Menurutnya, penataan tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah mengembalikan Pasar Rakyat Thumburuni sebagai pusat aktivitas perdagangan. Pemusatan kegiatan ekonomi di satu lokasi diharapkan dapat membuat aktivitas jual beli lebih ramai dan memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Mohjak menjelaskan, Pasar Kelapa II pada awalnya merupakan pasar sementara yang dibangun untuk menampung pedagang setelah gedung lama Pasar Thumburuni terbakar pada 2019. Namun, setelah pembangunan kembali Pasar Rakyat Thumburuni selesai dan kembali beroperasi, keberadaan pasar sementara tersebut dinilai tidak lagi menjadi kebutuhan utama.
"Pasar Thumburuni sudah dibangun kembali dan berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga kami merasa perlu dan penting untuk segera merombak Pasar Kelapa II," katanya.
Selanjutnya, Disperindag Kabupaten Fakfak akan melaporkan rencana pembongkaran tersebut kepada Bupati Fakfak Samaun Dahlan, termasuk alasan dan urgensi penataan Pasar Kelapa II. Pemerintah berharap pemusatan aktivitas perdagangan di Pasar Rakyat Thumburuni dapat menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat pergerakan ekonomi dan mengurangi penyebaran aktivitas perdagangan yang dinilai membuat pedagang di sejumlah lokasi sama-sama mengalami penurunan pembeli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....