Panen Pala Berkualitas Diyakini Tingkatkan Retribusi Daerah Kabupaten Fakfak

  • 24 Jul 2026 07:21 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan realisasi retribusi komoditas pala hingga semester pertama tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp353 juta. Capaian tersebut menjadi modal positif untuk mengejar target pendapatan daerah yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.

Widhi menjelaskan, target retribusi pala tahun 2026 dipatok sekitar Rp720 juta lebih. Berdasarkan hasil evaluasi sementara selama enam bulan pertama, realisasi yang telah dicapai mendekati setengah dari target tahunan sehingga diharapkan dapat terus meningkat pada semester kedua.

“Target retribusi itu sudah ditetapkan. Sesuai dengan estimasi, kita harus mencapai sekitar Rp720 juta lebih. Dari hasil sementara ketika enam bulan atau semester berjalan sudah memperlihatkan sekitar Rp353 juta. Mudah-mudahan di musim barat ini akan meningkat dan bisa mencapai target yang ditentukan, bahkan kami berharap bisa melampaui target yang sudah ditetapkan,” ujar Widhi.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh potensi produksi pala yang diperkirakan meningkat pada musim barat. Hasil pemantauan Dinas Perkebunan di sejumlah sentra produksi menunjukkan kondisi buah pala cukup baik dan siap memasuki masa panen dalam waktu dekat.

Widhi mengatakan, pada semester kedua pihaknya menargetkan capaian retribusi minimal setara dengan semester pertama, bahkan diharapkan lebih tinggi. Peningkatan produksi pala dinilai akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah apabila proses panen berlangsung sesuai jadwal.

“Semester kedua targetnya kami harapkan sama dengan semester pertama, tetapi harus meningkat karena potensi pala yang tersedia untuk musim barat cukup baik. Tinggal menunggu waktu panen, dan kami berharap pemanenan dilakukan dengan memperhatikan mutu dan kualitas, dipetik saat benar-benar matang agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan panen pada tingkat kematangan yang tepat akan meningkatkan berat atau tonase hasil produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani. Kondisi tersebut diyakini akan berdampak pada peningkatan nilai retribusi daerah, sehingga target pendapatan dari sektor pala tahun 2026 dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui sasaran yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....