Penerimaan Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif Tahun Ini

  • 14 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Penerimaan retribusi daerah dari hasil uji mutu perdagangan pala antarpulau di Kabupaten Fakfak menunjukkan capaian positif pada semester pertama tahun ini. Hingga pertengahan tahun, realisasi penerimaan telah mencapai lebih dari Rp353 juta atau hampir separuh dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, mengatakan retribusi daerah menjadi salah satu target kinerja pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, salah satu sumber penerimaan tersebut berasal dari komoditas unggulan Kabupaten Fakfak, yakni pala.

"Retribusi daerah menjadi salah satu target kinerja pemerintah daerah dalam mendorong PAD Kabupaten Fakfak. Salah satu sumbernya berasal dari komoditas unggulan kita yaitu pala. Selama semester pertama penerimaan sudah mencapai sekitar Rp353 juta lebih, dengan rata-rata sekitar Rp50 juta setiap bulan," ujar Widhi.

Ia menjelaskan, penerimaan retribusi tersebut berasal dari aktivitas perdagangan pala antarpulau, meliputi pala kulit, fuli, dan pala ketok yang dikirim dari Kabupaten Fakfak menuju sejumlah daerah tujuan pemasaran, terutama Surabaya dan Jakarta.

Menurut Widhi, pemerintah daerah telah menetapkan target penerimaan retribusi dari sektor tersebut sebesar lebih dari Rp720 juta dalam satu tahun. Dengan capaian semester pertama yang telah menyentuh angka Rp353 juta, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

"Target retribusi sudah ditetapkan sekitar Rp720 juta lebih. Dari hasil sementara selama enam bulan sudah mencapai sekitar Rp353 juta. Mudah-mudahan pada musim barat nanti produksi pala meningkat sehingga target yang ditentukan dapat tercapai, bahkan bisa melampauinya," katanya.

Untuk semester kedua, Dinas Perkebunan berharap produksi pala meningkat seiring potensi panen pada musim barat yang diperkirakan cukup baik di sejumlah sentra produksi. Kondisi tersebut diyakini akan berdampak terhadap peningkatan volume perdagangan serta penerimaan retribusi daerah.

Widhi juga mengimbau para petani agar memperhatikan mutu dan kualitas hasil panen dengan memetik buah pala pada tingkat kematangan yang tepat. Menurutnya, kualitas dan berat hasil panen yang lebih baik akan meningkatkan tonase perdagangan, memberikan nilai tambah bagi petani, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan retribusi daerah dan PAD Kabupaten Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....