Pala Fakfak Masuk Usulan Prioritas Pembangunan Pertanian Papua Barat

  • 26 Apr 2026 10:04 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak mendorong komoditas unggulan pala agar menjadi prioritas dalam arah pembangunan pertanian Papua Barat tahun 2027. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Manokwari, 23–24 April 2026.

Rakornis yang mengusung tema pembangunan pertanian terencana, terpadu, dan berkelanjutan tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, forum ini juga merumuskan langkah pembangunan yang terukur dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency Titty L. Wyzer, saat membuka kegiatan menegaskan sektor pertanian memiliki peran penting sebagai tulang punggung ketahanan pangan serta penggerak ekonomi daerah.

Dari hasil Rakornis, disepakati arah pembangunan pertanian difokuskan pada penguatan sistem yang produktif, inklusif, dan berbasis potensi lokal, guna mendukung kemandirian pangan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Dalam sesi desk Rakornis, Dinas Perkebunan Fakfak melalui Kepala Bidang Perlindungan Tanaman, Konstantinus Uswanas, menyampaikan sejumlah usulan strategis, di antaranya penyediaan dan pengembangan sarana pertanian untuk memperluas komoditas pala, serta pengembangan komoditas lain seperti kopi dan kelapa.

“Kami mendorong perluasan pala sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat dukungan sarana pertanian agar produksi dan kualitasnya semakin meningkat,” ujar Konstantinus Uswanas.

Selain aspek budidaya, Pemkab Fakfak juga mengusulkan penguatan sektor pascapanen dan hilirisasi, seperti pembangunan rumah produksi, asaran pala modern, jalan usaha tani, hingga greenhouse. Seluruh usulan tersebut merupakan hasil dari Musrenbang Distrik, Forum OPD, dan Musrenbang Kabupaten tahun 2026.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan pala memiliki nilai strategis bagi daerah, baik dari sisi ekonomi, historis, maupun budaya, sehingga perlu mendapat perhatian serius dalam kebijakan pembangunan provinsi.

“Kami berharap dukungan provinsi tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga hilirisasi, infrastruktur kebun, dan peningkatan kualitas SDM petani agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Widhi.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci dalam membangun ekosistem perkebunan yang terpadu, sehingga pala dapat berkembang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Fakfak secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....