Kelurahan Fakfak Utara Perkuat Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

  • 21 Sep 2026 13:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kelurahan Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terus memperkuat sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sosialisasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah dari tingkat rumah tangga.

Kepala Kelurahan Fakfak Utara, Muhammad Erwansyah Said Hindom, mengatakan sosialisasi program tersebut masih dilakukan secara bertahap. Pada saat peluncuran program, pihak kelurahan telah mengundang ketua RT, tokoh masyarakat, serta tokoh agama untuk membangun sinergi dalam pelaksanaannya.

“Untuk sosialisasinya tentu kita masih bertahap. Seperti yang kita lakukan pada saat launching, kita sudah mengundang RT-RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk bagaimana caranya kita bersinergi,” kata Muhammad Erwansyah.

Menurutnya, pelaksanaan program di lapangan juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk membantu pemantauan dan pengawasan agar pengelolaan sampah dapat berjalan sesuai dengan tujuan program.

Dalam mendukung penerapan pemilahan sampah, Kelurahan Fakfak Utara telah menerima tempat sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebanyak 50 unit tempat sampah disiapkan untuk Kelurahan Fakfak Utara, sementara jumlah yang sama juga diberikan untuk Kelurahan Fakfak Selatan. Tempat sampah tersebut digunakan untuk mengelola tiga jenis sampah.

“Harapannya masyarakat dapat tertib. Tentunya pengawasan ini perlu dilakukan oleh semua pihak. Kolaborasi ini bukan hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi ada lintas sektor di dalamnya, termasuk TNI dan Polri yang ikut memantau dan mengawasi sebagai mitra kerja pemerintah,” ujarnya.

Erwansyah menilai sosialisasi yang paling efektif dilakukan langsung kepada masyarakat di tingkat rumah tangga melalui metode door to door. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga pendampingan dalam menerapkan kebiasaan baru dalam memilah sampah.

Ia menjelaskan perubahan pola pengelolaan sampah membutuhkan proses karena masyarakat sebelumnya terbiasa mencampur seluruh jenis sampah sebelum dibuang. “Kalau dulu sampah plastik, botol, sampah organik, sisa makanan digabung menjadi satu lalu dibuang ke TPA. Sekarang harus dipisahkan untuk mempermudah pengelolaan dan supaya ada nilai ekonomi di dalamnya,” katanya. Ia berharap pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama sehingga program pemerintah daerah dapat berjalan dan mendukung terwujudnya Fakfak yang bersih dari sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....