Cetak sawah bertahap, Fakfak targetkan produksi padi meningkat

  • 14 Apr 2026 11:46 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak memastikan program cetak sawah seluas 450 hektare akan segera memasuki tahap pelaksanaan pada Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Zulkifly Laode Hilu, menyampaikan bahwa seluruh tahapan perencanaan, termasuk Survey, Investigasi, dan Desain (SID), telah rampung. Dengan demikian, kegiatan fisik di lapangan siap dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Insya Allah, target 450 hektare ini mulai dikerjakan pada bulan Mei. Untuk tahap awal, sekitar 150 hektare yang akan diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Zulkifly .

Ia menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029. Setelah tahap awal selesai, pemerintah daerah menargetkan penanaman perdana padi dapat dilakukan pada Juni 2026 sebagai langkah awal produksi.

Pengembangan lahan sawah baru ini difokuskan di Distrik Bomberay dan Tomage. Selain pembukaan lahan, pemerintah juga menyiapkan dukungan infrastruktur berupa perbaikan jaringan irigasi sekunder dan tersier untuk memastikan produktivitas pertanian berjalan optimal.

Menurut Zulkifly, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian, khususnya petani milenial.

“Kalau produksi berlebih, tidak menutup kemungkinan bisa dipasarkan ke luar daerah. Kami juga berharap anak muda bisa melihat peluang ini dan mau terjun langsung di bidang pertanian,” tambahnya.

Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah serta pendampingan di lapangan, Fakfak dapat berkembang menjadi salah satu lumbung pangan di Papua Barat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....