Inspeksi Perdagangan Pala, Pemda Pastikan Harga Menguntungkan Petani

  • 08 Apr 2026 15:42 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan melakukan inspeksi langsung terhadap pelaku usaha dan pedagang grosir pala antar pulau guna memastikan kenaikan harga komoditas tersebut benar-benar dirasakan oleh petani pekebun.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya harga pala di pasaran yang dinilai harus berdampak pada kesejahteraan petani sebagai produsen utama komoditas unggulan daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan inspeksi dilakukan untuk memantau kondisi riil rantai perdagangan sekaligus memastikan tidak terjadi ketimpangan harga antara pedagang dan petani.

Ia mengungkapkan, harga bunga pala saat ini mengalami kenaikan dari Rp225 ribu menjadi Rp260 ribu per kilogram. Sementara itu, harga pala K1 mencapai Rp110 ribu, K2 Rp60 ribu, K3 Rp40 ribu, pala tuli Rp45 ribu, dan pala goyang Rp65 ribu per kilogram.

“Kami menekankan kepada pelaku usaha grosir agar memberikan harga yang layak dan terbaik bagi petani. Jika harga di pasar naik, maka petani juga harus merasakan manfaatnya secara nyata,” ujar Widhi.

Menurutnya, petani pekebun merupakan ujung tombak produksi pala Fakfak sehingga tidak seharusnya hanya pelaku usaha yang menikmati keuntungan dari kenaikan harga di pasar.

Selain pengawasan, Dinas Perkebunan juga mendorong pelaku usaha untuk membangun kemitraan yang sehat dengan petani, antara lain melalui penerapan harga yang transparan, pembinaan kualitas pascapanen, serta menghindari praktik ijon yang merugikan petani.

Widhi menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika tata niaga pala guna memastikan sistem perdagangan berjalan sehat, transparan, dan berkeadilan.

“Petani adalah ujung tombak produksi pala Fakfak. Karena itu kami berharap pelaku usaha tidak mengambil keuntungan berlebihan, tetapi membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap komoditas pala Fakfak tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....