Seribu Hektare Tercapai, Pendaftaran Program Kapala Emas Ditutup

  • 27 Feb 2026 20:31 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pendataan dan peminatan tanam pala seluas 1.000 hektare dalam Program Kapala Emas di Kabupaten Fakfak resmi ditutup pada Jumat 27 Februari 2026 setelah target terpenuhi. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perkebunan Fakfak, YP2M3F, pemerintah distrik dan kampung, serta partisipasi aktif masyarakat.

Program Kapala Emas merupakan program peminatan di mana petani secara sukarela mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala. Tingginya animo masyarakat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung komoditas pala sebagai sektor unggulan daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi fondasi awal penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal.

“Keberhasilan pendataan ini adalah langkah awal strategis dalam mendukung program hilirisasi kawasan perkebunan pala yang menjadi prioritas nasional dan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hilirisasi kawasan diarahkan untuk memperkuat ekosistem perkebunan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan luas tanam dan produksi hingga pengolahan serta pemasaran.

“Kami tidak hanya mendorong produksi, tetapi memastikan ada nilai tambah melalui pascapanen, produk turunan, dan akses pasar agar petani memperoleh manfaat ekonomi lebih besar,” katanya.

Selanjutnya, Dinas Perkebunan akan memasuki tahap verifikasi dan validasi data calon penerima manfaat. Proses ini mencakup pemeriksaan identitas, penetapan titik lokasi lahan, serta pengecekan kesesuaian administrasi dan teknis guna menjamin ketepatan sasaran program.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang belum masuk kuota tahun ini agar tetap mempersiapkan administrasi dan kesiapan lahan untuk diusulkan pada tahap berikutnya. Program Kapala Emas dipastikan terus berlanjut melalui pendekatan kawasan dan hilirisasi.

Widhi menegaskan pembangunan kawasan pala harus dipandang sebagai investasi jangka panjang masyarakat.

“Menanam hari ini berarti menyiapkan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani di masa depan. Pala adalah tabungan ekonomi jangka panjang masyarakat Fakfak,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pendataan 1.000 hektare menjadi bukti optimisme masyarakat terhadap masa depan komoditas pala, sekaligus memperkuat posisi Fakfak sebagai daerah penghasil pala berkualitas dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....