Pedagang Pasar Thumburuni Fakfak Keluhkan Pembeli Semakin Sepi

  • 18 Mei 2026 11:24 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Aktivitas perdagangan di Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, belum sepenuhnya pulih meski pasar tersebut telah resmi beroperasi. Sejumlah pedagang sayur mengeluhkan sepinya pembeli yang berdampak langsung pada menurunnya pendapatan harian mereka.

Pantauan di lantai 1 Pasar Thumburuni, Senin pagi, dua pedagang sayur, Jobelina Way (64) dan Paulince Way (70), tampak sibuk menata dagangan berupa terong, ketimun, kacang panjang, hingga mangga di lapak sederhana mereka. Keduanya tetap bersemangat menawarkan dagangan kepada setiap pengunjung yang melintas.

“Mari belanja, ada ketimun, ada terong, sayur mayur semua mari bapak ibu,” ujar Jobelina sambil menyapa calon pembeli di sela aktivitas berjualan.

Namun, kondisi pasar yang belum ramai membuat hasil penjualan tidak menentu. Jobelina mengaku suasana perdagangan saat ini jauh berbeda dibanding saat para pedagang masih menempati Pasar Tanjung Wagom sebagai lokasi sementara pascakebakaran pasar lama pada 2019 lalu.

“Kalau boleh jujur, waktu berjualan di Pasar Tanjung Wagom jauh lebih ramai pembeli dibandingkan sekarang di Pasar Rakyat Thumburuni,” kata Jobelina.

Ia menuturkan, dahulu pendapatan harian bisa mencapai Rp500 ribu per hari. Kini, sebagian dagangan seperti terong dan ketimun kerap tidak habis terjual sehingga harus dibungkus kembali untuk dijual keesokan harinya. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya biaya pasokan sayuran dari sejumlah daerah seperti Kinam, Sorong, hingga Wahai.

Meski menghadapi tantangan penjualan, Jobelina dan Paulince tetap bertahan berjualan sambil berharap aktivitas ekonomi di Pasar Thumburuni kembali ramai. “Kami berharap perputaran ekonomi bisa lancar sehingga pendapatan pedagang di pasar ini juga meningkat,” harap Jobelina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....