Kekeringan Meluas, Warga Fakfak Berburu Air Bersih
- 05 Okt 2026 13:43 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kekeringan panjang yang melanda Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Warga di sejumlah wilayah terpaksa memanfaatkan bendungan dan sungai sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari karena persediaan air di rumah mulai menipis.
Salah satu lokasi yang kini ramai didatangi warga adalah Bendungan Kampung Sekru, Distrik Pariwari. Pada hari libur, aktivitas warga di lokasi tersebut meningkat. Sejumlah perempuan terlihat mencuci pakaian, sementara warga lainnya mengisi jeriken dengan air untuk dibawa pulang.
Warga yang mendatangi Bendungan Sekru tidak hanya berasal dari kampung sekitar. Masyarakat dari Distrik Fakfak Tengah dan Distrik Fakfak Kota juga terlihat memanfaatkan sumber air tersebut. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan terhadap air bersih semakin meningkat seiring berlangsungnya musim kering dan rendahnya curah hujan.
Salah seorang warga, Muminah, mengatakan dirinya datang ke Bendungan Sekru setelah persediaan air di rumah habis. Selain mencuci pakaian, ia harus mengambil air untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mandi dan keperluan rumah tangga lainnya.
"Air di rumah sudah kering, makanya kita datang ke sini (Bendungan Sekru) untuk mencuci pakaian sekaligus mengambil air untuk mandi," ujar Muminah kepada TribunPapuaBarat.com.
Menurutnya, ia membawa pulang enam jeriken air. Namun, banyaknya warga yang datang membuat masyarakat harus mengantre sejak pagi untuk mendapatkan air. Muminah berharap Pemerintah Kabupaten Fakfak segera menyalurkan bantuan air bersih, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
"Kasihan kami di rumah dengan anak kecil lagi. Untuk memasak, mandi, dan keperluan buang hajat saja ini," katanya.
Selain Bendungan Kampung Sekru, warga juga mulai memanfaatkan sejumlah sumber air lainnya. Warga terpantau mendatangi Sungai Air Besar di Distrik Fakfak Tengah untuk mandi dan mengambil air, sementara kondisi serupa terlihat di Sungai Werba, Kampung Werba, Distrik Fakfak Barat. Pemanfaatan sungai dan bendungan tersebut menjadi gambaran dampak kemarau berkepanjangan terhadap akses air bersih masyarakat Fakfak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....