BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla, 52 Hotspot Terpantau di Fakfak
- 29 Sep 2026 20:19 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani mencatat sebanyak 131 titik panas atau hotspot tersebar di Provinsi Papua Barat pada 28 September 2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Fakfak menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni mencapai 52 titik.
Berdasarkan data BMKG, dari 52 hotspot di Fakfak, sebanyak 44 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik pada tingkat kepercayaan rendah. Tidak terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Fakfak pada pemantauan tersebut.
Secara keseluruhan, hotspot di Papua Barat didominasi tingkat kepercayaan sedang sebanyak 119 titik atau 90,8 persen, disusul tingkat kepercayaan rendah sembilan titik atau 6,9 persen dan tingkat kepercayaan tinggi tiga titik atau 2,3 persen.
Sebaran hotspot di Fakfak terpantau pada sejumlah distrik. Data lampiran BMKG menunjukkan titik panas antara lain berada di Distrik Bomberay, Karas, Kokas, Mbahamdandara dan Tomage.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Papua Barat saat ini masih berada dalam pengaruh El Nino dengan intensitas sangat kuat. BMKG mencatat anomali suhu permukaan laut Nino3.4 mencapai plus 2,97 derajat Celsius.
BMKG menyebut kondisi El Nino tersebut mengalami peningkatan secara gradual sejak Mei 2026 hingga awal September. Fenomena ini diprakirakan masih bertahan hingga awal 2027.
Hingga dasarian II September 2026, seluruh wilayah Zona Musim di Papua Barat masih mengalami musim kemarau, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak. Kondisi kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Nino berpotensi meningkatkan jumlah hari tanpa hujan dan menurunkan ketersediaan air tanah.
BMKG juga mengingatkan dampak lainnya berupa meningkatnya suhu udara pada siang hari serta kondisi lahan yang semakin kering. Situasi tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Untuk tingkat kepercayaan hotspot, BMKG menjelaskan bahwa kategori rendah menunjukkan kemungkinan kecil adanya titik api dan masih memerlukan verifikasi. Tingkat kepercayaan sedang menunjukkan kemungkinan cukup besar adanya titik api di lapangan, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan kemungkinan besar adanya titik api aktif yang perlu segera ditindaklanjuti.
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, khususnya di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar, hutan dan lahan kering.
Instansi terkait juga diminta meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, sekaligus memperkuat sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla.
BMKG mengingatkan masyarakat yang menemukan titik api, asap atau indikasi kebakaran agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....