Kadisbun Fakfak Ingatkan Pekebun: Jangan Bakar Kebun saat Kemarau

  • 29 Sep 2026 19:31 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mengingatkan petani pekebun pala meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan dan kebun selama kondisi kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST, MT, saat turun langsung menemui kelompok petani pekebun pala untuk melihat kondisi kebun masyarakat yang terdampak kekeringan.

Widhi mengatakan, kondisi lahan dan vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, petani diminta tidak melakukan pembersihan kebun dengan cara membakar, termasuk membakar semak, rumput kering, sisa tebangan, daun maupun bahan organik lainnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh petani pekebun pala, jangan membersihkan kebun dengan cara membakar, apalagi pada kondisi kemarau seperti sekarang. Lahan yang kering sangat mudah terbakar dan api bisa dengan cepat menyebar ke tanaman pala maupun kebun masyarakat lainnya." ujar Widhi.

Menurutnya, ancaman kebakaran menjadi perhatian serius karena tanaman pala di sejumlah wilayah saat ini sudah mengalami tekanan akibat kekurangan air. Kebakaran dapat memperparah kerusakan dan mengancam tanaman yang masih bertahan.

Dampak kekeringan sendiri mulai ditemukan di sejumlah wilayah sentra perkebunan pala, antara lain Distrik Teluk Patipi, Furwagi, Kokas, Kayauni, Mbahamdandara, beberapa kampung di wilayah Fakfak bagian timur serta Distrik Karas.

"Jangan sampai tanaman yang sudah mengalami tekanan akibat kekeringan kemudian diperparah oleh kebakaran. Saat ini yang paling penting adalah menjaga kebun tetap aman dan mempertahankan tanaman yang masih hidup." ungkap Widhi.

Selain mencegah penggunaan api, pekebun juga diminta menjaga kelembapan tanah dengan mempertahankan bahan organik dan tutupan tanah di sekitar tanaman serta memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijaksana.

Widhi juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Apabila terdapat aktivitas yang berhubungan dengan api di sekitar kebun, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

"Jangan sampai karena kelalaian kita, kebun yang selama ini dirawat bertahun-tahun justru rusak karena kebakaran. Saat ini yang paling penting adalah menjaga kebun tetap aman." tambahnya.

Dinas Perkebunan bersama pemerintah kampung, kelompok tani dan penyuluh akan terus mendorong pemantauan kondisi kebun selama musim kemarau. Petani juga diminta segera melaporkan apabila ditemukan tanaman yang mengalami kerusakan berat maupun kejadian kebakaran.

Upaya pencegahan kebakaran dan perawatan tanaman yang masih hidup diharapkan dapat meminimalkan dampak kemarau terhadap perkebunan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....