Disbun Fakfak Bekali Brigade Pala Tomandin Tangani Serangan OPT

  • 19 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat kapasitas Brigade Pala Tomandin sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan tanaman pala di tingkat kampung.

Penguatan kapasitas dilakukan melalui praktik langsung penanganan tanaman pala yang mengalami gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di kebun petani. Kegiatan tersebut berlangsung di Kebun Mama Marice Kabes, Kampung Wrikapal, dengan tanaman yang terindikasi terserang hama menjadi objek pembelajaran lapangan.

Dalam praktik tersebut, anggota brigade tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak melihat langsung kondisi tanaman, mengenali gejala serangan, menentukan bagian tanaman yang perlu ditangani, hingga mempraktikkan langkah-langkah pengendalian sesuai kondisi di lapangan.

Kegiatan ini melibatkan tujuh perwakilan kampung yang ditunjuk sebagai koordinator Brigade Pala Tomandin. Mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama praktik kepada petani serta masyarakat di wilayah masing-masing.

Plt. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Fakfak, George, S.ST, mengatakan praktik lapangan penting dilakukan karena penanganan OPT membutuhkan kemampuan untuk mengenali kondisi tanaman secara langsung.

“Kita tidak hanya memberikan materi di dalam ruangan, tetapi brigade langsung kita bawa ke kebun untuk melihat tanaman yang mengalami gangguan OPT. Dari sini mereka belajar mengenali gejala, melihat tingkat serangan dan mempraktikkan bagaimana melakukan penanganan secara tepat,” jelas George.

Menurutnya, pengendalian dilakukan dengan pendekatan teknik alami dan teknik rekayasa. Prinsip utamanya adalah melakukan intervensi secara tepat terhadap tanaman yang terserang agar sumber gangguan dapat dikendalikan dan risiko penyebaran ke tanaman pala lainnya dapat ditekan.

Pendekatan tersebut antara lain dilakukan melalui sanitasi kebun, menjaga kebersihan areal, pengamatan rutin, serta penanganan bagian tanaman yang menunjukkan gejala gangguan.

Sementara teknik rekayasa dilakukan melalui intervensi langsung terhadap bagian tanaman yang terindikasi terserang dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat serangan.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, yang mengunjungi lokasi praktik mengatakan penguatan Brigade Pala Tomandin merupakan bagian dari upaya membangun sistem perlindungan tanaman berbasis masyarakat dan kampung.

“Kita ingin brigade yang hari ini belajar dan melakukan praktik langsung nantinya tidak berhenti hanya pada kegiatan pelatihan. Mereka akan kita dorong menjadi kader sukarela di kampung masing-masing yang mampu membantu petani pekebun pala ketika menemukan tanaman pala yang terindikasi terserang hama maupun penyakit,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan, keberadaan kader di tingkat kampung diharapkan mempercepat deteksi, pelaporan dan penanganan awal apabila ditemukan tanaman pala yang mengalami gangguan. Brigade juga akan didorong melakukan pengamatan rutin, identifikasi gejala, pemetaan tanaman terserang dan pelaporan kepada petugas teknis Dinas Perkebunan.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Fakfak menjaga produktivitas dan kesehatan tanaman pala secara berkelanjutan. Brigade Pala Tomandin diharapkan menjadi mata dan tangan pertama perlindungan tanaman di lapangan, sementara Dinas Perkebunan tetap memberikan pembinaan, pendampingan dan rekomendasi teknis.

Langkah ini sekaligus mendukung program strategis Pala Unggul Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mewujudkan visi dan misi Fakfak Membara, khususnya penguatan komoditas pala sebagai salah satu potensi unggulan daerah dan sumber penghidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....