Prabowo-Gibran di Mata Publik, Ini Hasil Survei Terbaru Seprember 2026
- 10 Sep 2026 15:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Jakarta: Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto tercatat lebih tinggi dibandingkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdasarkan hasil survei terbaru pada September 2026.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 56,3 persen. Sementara kepuasan publik terhadap Gibran berada di angka 49,2 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan selisih 7,1 poin persentase antara tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden dan Wakil Presiden.
Peneliti Muda Digdaya Polling & Strategy, Pangiutan Lubis atau Ipang, menilai angka tersebut memperlihatkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap kinerja dua figur utama pemerintahan.
“Angka survei ini berbicara. Kepuasan terhadap Prabowo sebesar 56,3 persen lebih tinggi dibandingkan Gibran yang berada di 49,2 persen. Selisih 7,1 poin ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap kinerja kedua figur utama pemerintahan,” ujar Ipang.
Menurutnya, tingkat kepuasan 56,3 persen dapat menjadi modal penting bagi Prabowo untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kinerja pemerintahan masih memperoleh penerimaan yang relatif positif dari publik.
Ipang menegaskan, perbedaan tingkat kepuasan tersebut tidak serta-merta harus dimaknai sebagai persoalan politik antara Presiden dan Wakil Presiden. Presiden memiliki visibilitas serta tanggung jawab yang lebih besar terhadap keseluruhan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, angka 49,2 persen untuk Gibran dinilai masih memberikan ruang untuk memperkuat kinerja, komunikasi publik, serta menunjukkan kontribusi yang lebih konkret kepada masyarakat.
“Angka 49,2 persen untuk Gibran bukan berarti kehilangan dukungan publik. Justru ini merupakan ruang untuk meningkatkan kinerja, memperkuat komunikasi publik, dan memastikan masyarakat mengetahui kontribusi Wakil Presiden dalam pemerintahan,” katanya.
Ipang mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak menjadikan hasil survei semata-mata sebagai ukuran popularitas. Tingkat kepuasan publik harus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Survei bisa naik dan turun, tetapi kepercayaan publik harus dibangun melalui kinerja yang konsisten. Angka hari ini adalah cermin, bukan tujuan akhir. Pemerintah harus menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi untuk bekerja lebih baik dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Ipang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....