Liga Tomandin I Berakhir, PBSI Fakfak Fokus Lanjutkan Pembinaan Atlet

  • 10 Agt 2026 19:01 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Liga PBSI Tomandin I Kabupaten Fakfak Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung kurang lebih dua bulan sejak 14 Juni 2026 di GOR Bulutangkis Fakfak. Kompetisi yang diikuti sekitar 10 klub dengan total kurang lebih 130 atlet tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, mencetak regenerasi atlet, serta mendukung budaya hidup sehat masyarakat Fakfak.

Penutupan Liga Tomandin I dihadiri Ketua PBSI Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati, didampingi Sekretaris PBSI Mohamad Taufik Safaat, Ketua Panitia Rizal Manggele, jajaran pengurus PBSI, para ketua klub, atlet, pelatih, wasit, sponsor, sesepuh dan legenda bulutangkis Fakfak serta masyarakat pencinta olahraga.

Ketua Panitia Liga Tomandin I Rizal Manggele dalam laporannya menyampaikan, seluruh rangkaian kompetisi dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan pengurus PBSI, klub, atlet, pelatih, wasit, panitia, sponsor, donatur dan masyarakat.

Berdasarkan hasil akhir pertandingan, PB Dozer A berhasil keluar sebagai Juara I Liga PBSI Tomandin I Tahun 2026 dan berhak membawa pulang Piala Bergilir Liga PBSI Tomandin I, uang pembinaan Rp8 juta serta medali. Juara II diraih PB Gemanex A dengan hadiah Rp6 juta, Juara III PB Iztel A dengan Rp4 juta, sedangkan Juara Harapan diraih PB Asalam A dengan hadiah Rp2 juta.

Ketua PBSI Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati mengatakan, Liga Tomandin I memiliki makna lebih besar daripada sekadar pertandingan dan perebutan gelar juara. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan insan bulutangkis sekaligus mempererat persaudaraan.

“Yang paling indah dari kegiatan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Liga Tomandin telah menjadi ruang untuk mempertemukan kita, membangun silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menyatukan semangat seluruh insan bulutangkis di Kabupaten Fakfak,” ujar Widhi.

Ia menyebut, selama hampir dua bulan mengikuti kompetisi, para atlet tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga belajar mengenai disiplin, kerja keras, sportivitas, kekompakan serta bagaimana menerima kemenangan dan kekalahan.

“Kalah dalam pertandingan bukan berarti kita kalah dalam perjalanan. Kekalahan adalah bahan evaluasi, kesempatan untuk belajar dan proses untuk menjadi lebih kuat,” katanya.

Widhi berpesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri. Sementara bagi atlet yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tetap semangat berlatih dan menjadikan hasil pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.

Menurut Widhi, penyelenggaraan Liga PBSI Tomandin I juga menjadi bagian dari kontribusi PBSI dalam mendukung program Fakfak Sehat yang sejalan dengan visi dan misi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat). Pembangunan daerah, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, berkarakter dan berprestasi.

Selain pembinaan olahraga, Liga Tomandin I turut menjadi bagian dari kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan, menurut Widhi, dapat diterjemahkan melalui olahraga dengan menanamkan nilai perjuangan, disiplin, sportivitas dan persaudaraan kepada generasi muda.

Widhi menegaskan, berakhirnya Liga Tomandin I bukan berarti berakhir pula pembinaan atlet bulutangkis di Kabupaten Fakfak. Kompetisi tersebut justru menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan atlet menghadapi agenda berikutnya, yakni Bupati Cup VII Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada November 2026, sekaligus menyambut HUT Kota Fakfak ke-126.

“Liga Tomandin I ini kita jadikan sebagai salah satu tahapan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Bupati Cup VII yang akan kita laksanakan pada bulan November, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Kota Fakfak yang ke-126,” jelasnya.

Ia berharap seluruh klub dan atlet terus meningkatkan kualitas latihan sehingga Bupati Cup VII dapat menghadirkan pertandingan yang semakin berkualitas dan melahirkan atlet-atlet terbaik Fakfak. Widhi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, donatur, panitia, klub, atlet dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan Liga PBSI Tomandin I.

“Dari Fakfak kita lahirkan atlet, dari Fakfak kita bangun prestasi, dan dari Fakfak kita bawa nama daerah menuju prestasi yang lebih baik. Liga PBSI Tomandin I boleh berakhir, tetapi pembinaan, hidup sehat, regenerasi dan perjuangan mencetak prestasi bulutangkis Fakfak harus terus berlanjut,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....