Musim Kemarau Fakfak Diprediksi Berakhir pada November Mendatang

  • 27 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Siboru-Fakfak memprediksi periode musim kemarau di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akan berakhir pada November 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Siboru-Fakfak, Laura Silpa Mercharet Runggeari, mengatakan puncak musim kemarau saat ini terjadi pada Agustus 2026 dan masih berlangsung hingga sekarang.

“Sebagaimana analisis cuaca dan iklim BMKG, puncak musim kemarau saat ini terjadi di bulan Agustus 2026 dan sedang berlangsung,” ujar Laura.

Menurutnya, musim kemarau tidak berarti wilayah Fakfak akan mengalami kondisi kering tanpa hujan. Faktor lokal yang cukup kuat masih memungkinkan terjadinya hujan ringan maupun gerimis di sejumlah wilayah.

Selain faktor lokal, keberadaan siklon tropis di wilayah utara Papua juga dapat memengaruhi kondisi cuaca sehingga hujan masih berpotensi terjadi meskipun dengan intensitas rendah. “Musim kemarau bukan berarti kering total, tetapi curah hujan mengalami penurunan,” tambahnya.

BMKG Siboru-Fakfak telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Distrik Bomberai dan Tomage. Kondisi tersebut diperparah oleh kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Laura menambahkan, setelah kemarau berkepanjangan, masyarakat perlu mewaspadai periode pancaroba yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor. BMKG juga akan terus memperbarui informasi titik panas Karhutla melalui kanal resmi serta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, mengawasi api, menggunakan masker saat kualitas udara menurun, segera melaporkan kebakaran kepada Kepolisian atau BPBD, dan mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG (@BMKGFakfak).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....