Pasokan Air Menipis, Harga Es Batu Ikut Melonjak

  • 30 Sep 2026 12:09 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Krisis air bersih yang berlangsung selama musim kemarau di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai berdampak pada harga kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat, termasuk es batu yang digunakan nelayan untuk menjaga hasil tangkapan.

Di sejumlah kios penjual es batu di Kota Fakfak, harga es batu ukuran besar kini mencapai Rp3.000 per balok. Sementara pembelian dua balok es batu dibanderol Rp5.000. Kenaikan tersebut terjadi karena pedagang mengalami kesulitan memperoleh air bersih sebagai bahan utama produksi es.

Salah satu pedagang es batu balok di Kota Fakfak, Nurin, mengatakan harga es batu tersebut telah mengalami kenaikan sekitar sepekan terakhir. Sebelumnya, es batu ukuran besar dijual dengan harga Rp2.000 per balok.

“Kami naikkan harga karena air bersih ini susah, jadi harap sama-sama memaklumi,” kata Nurin.

Menurut dia, kenaikan harga tersebut sangat berkaitan dengan semakin terbatasnya persediaan air bersih selama musim kemarau. Kondisi itu membuat air yang tersedia harus digunakan untuk berbagai kebutuhan, sehingga produksi es batu tidak dapat dilakukan seperti biasanya.

Dampak kenaikan harga terutama dirasakan nelayan lokal yang menjadi salah satu konsumen utama es batu dalam jumlah besar. Es tersebut digunakan untuk mempertahankan kondisi ikan hasil tangkapan selama nelayan berada di laut sebelum dibawa dan dijual ke daratan.

“Biasanya nelayan yang keluar mencari ikan, mereka ambil banyak es batu,” tuturnya.

Nurin berharap musim kemarau segera berakhir sehingga ketersediaan air bersih kembali normal. Jika pasokan air membaik, ia memperkirakan harga es batu dapat kembali ke harga sebelumnya. “Nanti kita lihat kalau sudah musim hujan, mungkin harga kembali seperti semula Rp2.000 per es batu,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....