Dari Sekolah, Menanam Harapan untuk Masa Depan Pala Tomandin Fakfak
- 01 Okt 2026 20:42 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Penanaman 10 pohon Pala Tomandin hasil grafting atau sambung pucuk di lingkungan SMA Don Bosco Kabupaten Fakfak menjadi langkah sederhana untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap komoditas unggulan daerah.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas menanam pohon, tetapi juga bagian dari pembelajaran bagi siswa untuk mengenal karakter tanaman pala, teknologi perbanyakan, pemeliharaan tanaman, serta pentingnya menjaga keberlanjutan perkebunan pala sejak usia sekolah.
Kepala SMA Don Bosco Fakfak, Maria Yuliana, mengatakan keberadaan tanaman pala di lingkungan sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui alam dan lingkungan sekitar.
“Siswa tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dapat belajar langsung dari alam. Pala bukan hanya pohon yang kita tanam, tetapi bagian dari kehidupan dan identitas Fakfak,” ujar Maria Yuliana.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut siswa diharapkan tidak hanya mengenal pala sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dan merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Koordinator Tim Bimtek Usia Milenial Sekolah, Syaiful Alkatiri, yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, menyebut kondisi kemarau panjang dan fenomena El Niño menjadi tantangan sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda.
“Musim kemarau dan El Niño mengajarkan kita bahwa menanam itu mudah, tetapi mempertahankan kehidupan tanaman membutuhkan komitmen. Pala yang kita tanam harus dirawat, disiram, dilindungi dan dipantau pertumbuhannya,” kata Syaiful.
Ia menilai proses merawat tanaman pala dapat mengajarkan siswa tentang kesabaran, disiplin dan ketangguhan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah.
Menurut Syaiful, generasi muda perlu dipersiapkan bukan hanya sebagai penerus kebun pala, tetapi juga sebagai generasi yang mampu memahami teknologi, inovasi dan tantangan perubahan iklim dalam pengelolaan perkebunan.
“Menghadapi tantangan iklim bukan alasan untuk menyerah, tetapi menjadi bagian dari proses membangun ketangguhan. Anak-anak harus belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan kesabaran, ketekunan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia berharap 10 pohon Pala Tomandin yang ditanam di lingkungan SMA Don Bosco dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap komoditas yang menjadi bagian dari identitas Fakfak.
“Kalau hari ini kita menanam 10 pohon, jangan hanya menghitung jumlah pohonnya. Hitung berapa banyak pengetahuan, kepedulian dan semangat yang tumbuh dari 10 pohon tersebut,” tutur Syaiful.
Penanaman Pala Tomandin di lingkungan sekolah menjadi pesan bahwa menjaga komoditas unggulan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Dari bibit yang ditanam hari ini, diharapkan tumbuh pengetahuan, kepedulian dan ketangguhan untuk menjaga masa depan Pala Tomandin Fakfak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....