Bank Sampah Fakfak Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah

  • 07 Mei 2026 11:59 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Bank Sampah Fakfak Hijau terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dari rumah agar memiliki nilai ekonomis dan dapat dikelola secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta pembentukan bank sampah unit di sejumlah wilayah di Kabupaten Fakfak.

Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Risfandiyanto mengatakan penanganan sampah di Kabupaten Fakfak saat ini masih terus berjalan dan dikembangkan secara bertahap bersama Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan untuk merumuskan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik ke depan.

“Penanganan sampah di Fakfak ini sementara kita masih berjalan, proses berjalan. Kita juga ada kerja sama dan komunikasi baik dengan Dinas Lingkungan Hidup. Dengan kepala dinas kemarin juga kita sudah rumus-rumuskan sistemnya bagaimana ke depannya,” ujar Risfandiyanto.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya berencana membentuk bank sampah unit di setiap RT dan distrik. Namun untuk tahap awal, program tersebut difokuskan pada tiga distrik terbesar di Kabupaten Fakfak, yakni Distrik Fakfak, Fakfak Tengah, dan Pariwari.

“Bang-bank sampah unit ini rencananya akan dibentuk di setiap RT dan distrik. Untuk sementara kami fokus di tiga distrik terbesar, yaitu Distrik Fakfak, Fakfak Tengah dan Pariwari,” katanya.

Risfandiyanto menuturkan, hingga saat ini jumlah nasabah Bank Sampah Fakfak Hijau tercatat sebanyak 63 orang. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar setengahnya yang aktif melakukan penyetoran sampah secara rutin.

Menurutnya, rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi dan edukasi terkait manfaat pengelolaan sampah. Karena itu, pihaknya berharap dukungan masyarakat untuk ikut memilah dan mengelola sampah rumah tangga demi mendukung gerakan pengurangan sampah di Fakfak.

Selain melakukan pengumpulan sampah, Bank Sampah Fakfak Hijau juga telah beberapa kali melakukan pengiriman hasil daur ulang, terutama sampah plastik dan kertas. Risfandiyanto menyebutkan, pengiriman sampah campuran terakhir mencapai sekitar 12 ton, sedangkan pengiriman sebelumnya mencapai lebih dari 15 ton, tergantung jenis material yang dikumpulkan.

Ia menambahkan, rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Kadamber diharapkan mampu membantu pengelolaan sampah residu bernilai rendah. “Harapan kami sampah-sampah residu yang low value bisa dikelola secara baik di sana nantinya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....