Karhutla Dua Pekan, Sekolah Distrik Karas Diliburkan

  • 01 Okt 2026 13:39 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan warga dalam dua pekan terakhir, seiring munculnya titik kebakaran di sejumlah kawasan hutan dan kebun.

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sekolah diliburkan karena kondisi udara yang dipenuhi asap, sementara sebagian nelayan memilih tidak melaut karena jarak pandang di perairan sekitar Karas menurun.

Warga Kampung Malakuli, Muhammad Rizal Rumodar, mengatakan kebakaran hutan telah berlangsung hampir dua minggu dan muncul dari sejumlah titik, mulai dari belakang Pulau Tiga hingga kawasan sekitar Pelabuhan Karas. Kondisi panas dan kering membuat api terus menyebar ke kawasan hutan dan kebun masyarakat.

“Sudah hampir 2 minggu ini kebakaran terus menerus, api muncul dari dalam hutan dan masyarakat Distrik Karas tidak tahu pasti penyebabnya, intinya menyebar karena panas kering,” ujar Rizal Rumodar.

Menurut Rizal, kebakaran juga telah menyebabkan sejumlah pohon pala hangus terbakar dan berdampak pada kebun milik warga. Kondisi tersebut diperparah oleh kekeringan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026, ketika masyarakat mengaku tidak mendapatkan hujan selama tiga bulan berturut-turut.

“Bahkan hujan rintik-rintik pun tidak pernah sama sekali turun, kering, jalan-jalan berdebu, hingga udara juga jadi tidak segar, pengap pokoknya,” katanya.

Kondisi cuaca tersebut turut diperkuat laporan Stasiun Meteorologi BMKG Siboru-Fakfak yang mencatat kondisi cuaca kabur di Distrik Karas dengan curah hujan di bawah normal. Warga menyebut kabut asap kini semakin tebal hingga menutupi kawasan sekitar Malakuli, bahkan Bukit atau Gunung Bay dan Pulau Tiga yang berada di depan kampung tidak lagi terlihat jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....