Keterbatasan Anggaran Hambat Pemenuhan Sarana Olahraga di Fakfak

  • 17 Apr 2026 08:37 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksana Harian Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Fakfak, Ipin Maswatu, menegaskan bahwa pembahasan sarana dan prasarana olahraga di daerah tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan anggaran. Menurutnya, fokus utama saat ini masih pada bagaimana pengalokasian anggaran dapat mendukung kebutuhan dasar pembinaan atlet.

Ia menjelaskan, ketika berbicara tentang olahraga, maka yang pertama kali harus diperhatikan adalah kesiapan anggaran. Hal tersebut karena seluruh kebutuhan, baik sarana utama maupun pendukung, sangat bergantung pada kemampuan pembiayaan yang dimiliki pemerintah daerah.

“Untuk terkait dengan sarana dan prasarana sendiri, kita belum berbicara sampai ke situ, karena kita bicara olahraga ini, kita bicara anggaran,” ujar Ipin Maswatu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sarana pendukung menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, khususnya untuk lima cabang olahraga yang saat ini menjadi fokus. Sarana pendukung tersebut meliputi berbagai perlengkapan latihan yang wajib tersedia agar proses pembinaan berjalan optimal.

Ia mencontohkan pada cabang sepak bola, di mana kebutuhan dasar seperti bola, kun, papan strategi, pakaian latihan, hingga sepatu menjadi komponen penting yang harus dipenuhi. Tanpa dukungan tersebut, proses latihan dinilai tidak akan berjalan maksimal.

Selain itu, pada cabang olahraga bela diri seperti karate, juga membutuhkan perlengkapan khusus seperti baju karate, pelindung tubuh, hingga perlengkapan standar lainnya. Semua itu, kata dia, merupakan bagian dari sarana penunjang yang harus disiapkan pemerintah.

“Artinya ini kan sarana-sarana penunjang yang nanti bisa kita pakai untuk membantu anak-anak ini dalam proses pelatihan, sehingga anak-anak tidak kita bebankan, mereka hanya datang latihan dan fasilitas sudah kita siapkan,” jelasnya.

Terkait sarana utama seperti stadion dan lapangan, Ipin mengatakan pihaknya akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada dengan melakukan koordinasi bersama sekolah-sekolah. Halaman sekolah akan dimanfaatkan sebagai lokasi latihan untuk cabang olahraga tertentu seperti tinju, karate, dan taekwondo.

Sementara untuk cabang olahraga yang membutuhkan area luas seperti sepak bola dan atletik, latihan akan difokuskan di stadion dengan pengaturan jadwal yang terstruktur. “Jadi nanti jadwalnya kita atur, misalnya hari tertentu untuk cabang tertentu, khusus sepak bola dan atletik memang butuh lapangan besar, jadi kita fokuskan di stadion,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....