Paskah Jadi Momentum Umat Katolik Bangkit Perbarui Kehidupan

  • 03 Apr 2026 18:33 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Umat Katolik diajak untuk memaknai Paskah sebagai momentum pembaruan hidup yang nyata, sejalan dengan tema Paskah 2026, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (bdk. 2 Korintus 5:17). Seruan ini disampaikan Ketua Dewan Paroki Santo Yoseph Fakfak, Josep Goenawan, dalam pesan Paskahnya Jumat 3 April 2026.

Menurut Josep, kebangkitan Kristus merupakan pusat iman Kristiani yang tidak hanya dirayakan secara liturgis, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Dalam terang Paskah, setiap orang beriman dipanggil menjadi ciptaan baru dengan meninggalkan manusia lama beserta segala dosa, luka, dan kelemahan.

“Tema Paskah tahun ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan Kristus membawa pembaruan total bagi kemanusiaan kita. Karena itu, Paskah harus menjadi titik balik untuk berubah, bukan sekadar perayaan seremonial,” ujarnya.

Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan seperti kesulitan ekonomi, persoalan sosial, hingga dinamika dalam keluarga, Paskah hadir sebagai sumber harapan yang tidak pernah pudar.

Kebangkitan Kristus, kata dia, menjadi jaminan bahwa penderitaan dan kegelapan tidak memiliki kata akhir dalam hidup manusia.

Lebih jauh, umat diajak menjadi “Manusia Paskah”, yakni pribadi yang membiarkan Kristus hidup dan berkarya dalam dirinya. Hal ini tercermin dalam sikap kasih, pengampunan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.

Dalam kehidupan menggereja, Josep juga menekankan pentingnya membangun Gereja yang sinodal, yakni Gereja yang berjalan bersama, melibatkan seluruh umat, dan mengedepankan semangat kebersamaan. Umat Paroki Santo Yoseph Fakfak diharapkan semakin aktif dalam pelayanan dan kehidupan komunitas.

Selain itu, perhatian terhadap sesama menjadi penekanan penting dalam pesan Paskah tahun ini. Umat diingatkan untuk hadir sebagai pembawa harapan melalui tindakan nyata, baik dalam bentuk solidaritas, bantuan, maupun kehadiran yang menguatkan.

Peran keluarga pun menjadi perhatian khusus. Ia menyebut keluarga sebagai Gereja rumah tangga yang menjadi tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai iman. Damai Kristus diharapkan senantiasa tinggal dalam setiap keluarga Katolik.

Di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, umat Katolik juga diimbau untuk terus menjaga kedamaian, merawat toleransi, serta memperkuat persatuan. Nilai-nilai Paskah harus tercermin dalam sikap hidup yang menghargai perbedaan dan membangun harmoni bersama.

Menutup pesannya, Josep Goenawan mengajak seluruh umat untuk menjadikan Paskah sebagai momentum pembaruan kemanusiaan yang nyata, baik secara pribadi maupun bersama.

“Semoga Kristus yang bangkit membarui kemanusiaan kita, menguatkan iman, dan menghadirkan harapan serta damai bagi dunia,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....