Napak Tilas Misi Katolik Sarat Nuansa Persaudaraan Antarumat Beragama
- 22 Mei 2026 20:42 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama mewarnai peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak, Jumat 22 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dari Rumah Kapitan Kampung Sekru, Distrik Pariwari, dengan prosesi adat yang dilaksanakan keluarga besar umat Islam Kampung Sekru sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan umat Katolik di Tanah Papua.
Hadir dalam kegiatan tersebut Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, Vikaris Jenderal Keuskupan Manokwari-Sorong Pastor Izaak Bame, para pastor dari lima keuskupan di Regio Papua, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat Kampung Sekru dan Kampung Torea.
Prosesi minum kopi bersama di Rumah Kapitan menjadi simbol kuat persaudaraan antarumat beragama di Fakfak. Rumah tersebut memiliki nilai sejarah penting karena diyakini menjadi tempat pertama Pastor Cornelis Johannes Le Cocq d’Armandville singgah saat tiba di Tanah Papua.
Dalam catatan sejarah, Pastor Le Cocq d’Armandville diterima dan diizinkan tinggal sementara oleh keluarga Kapitan yang saat itu telah memeluk agama Islam. Dari tempat tersebut kemudian dimulai karya misi Katolik di Tanah Papua, termasuk pembaptisan pertama terhadap 73 anak.
Suasana kebersamaan tampak kuat sepanjang kegiatan. Warga Muslim dan umat Katolik berjalan berdampingan mengikuti seluruh prosesi dalam semangat filosofi masyarakat Fakfak, “Satu Tungku Tiga Batu.”
Usai prosesi adat, rombongan melanjutkan perjalanan laut menuju lokasi bersejarah tempat Pastor Le Cocq d’Armandville pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Papua. Di lokasi tersebut dilaksanakan doa bersama dan penyerahan rosario kepada masyarakat Kampung Torea yang diyakini merupakan keturunan dari 73 orang pertama yang dibaptis.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rally Rosario Arca Bunda Maria sekaligus napak tilas 132 Tahun Misi Katolik dari Kampung Sekru menuju Kampung Raduria. Ribuan umat mengikuti perarakan dengan penuh khidmat.
Menariknya, masyarakat Muslim Kampung Sekru turut menyambut dan mengikuti sebagian rangkaian kegiatan. Anak-anak, remaja masjid, ibu-ibu, hingga tokoh adat Muslim tampak berjalan bersama umat Katolik dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Beliau dihormati karena kesucian, ketaatan beribadah, serta mukjizat luar biasa dari Allah SWT saat melahirkan Nabi Isa AS tanpa pernah disentuh laki-laki,” ujar Saida, warga Kampung Sekru, terkait penghormatan umat Islam terhadap Sayyidah Maryam atau Bunda Maria.
Napak tilas kemudian dilanjutkan menuju Pulau Bonyom yang menjadi salah satu situs penting sejarah misi Katolik di Tanah Papua. Di lokasi tersebut, Arca Bunda Maria ditempatkan di Goa Maria yang baru dibangun sebagai bagian dari kawasan wisata religius dan sejarah gereja Katolik di Papua.
Momentum peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua tersebut menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan beragama di Kabupaten Fakfak yang terus terjaga hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....