Kantah Fakfak Buka Rekrutmen Tenaga Pendukung Reforma Agraria 2026

  • 06 Mar 2026 12:13 WIB
  •  Fak Fak

RRI. CO.ID, Fakfak - Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, membuka rekrutmen tenaga pendukung untuk program Akses Reforma Agraria Tahun 2026. Rekrutmen ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program reforma agraria di daerah serta mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanah secara produktif.

Kepala Kantor Pertanahan Fakfak, Muhamad Biarpruga, mengatakan bahwa program Akses Reforma Agraria merupakan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima tanah.

Menurut Muhamad Biarpruga, reforma agraria tidak hanya berfokus pada pembagian atau sertifikasi tanah kepada masyarakat, tetapi juga memastikan tanah yang telah dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi yang produktif.

“Tanah yang sudah disertifikatkan bisa digunakan untuk usaha produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan, atau usaha kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Akses Reforma Agraria juga mendorong masyarakat penerima tanah untuk memperoleh dukungan lanjutan, mulai dari akses permodalan, pelatihan usaha, pemasaran produk hingga pemanfaatan teknologi produksi guna meningkatkan nilai ekonomi hasil usaha.

Muhamad Biarpruga menjelaskan, pengumuman resmi terkait rekrutmen tenaga pendukung dijadwalkan pada 4 Maret 2026. Selanjutnya, pengumpulan berkas administrasi berlangsung pada 5 hingga 7 Maret 2026, kemudian pengumuman hasil seleksi administrasi sekaligus jadwal wawancara akan disampaikan pada 9 Maret 2026.

“Sesi wawancara dijadwalkan berlangsung pada 10 sampai 11 Maret 2026, dan hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 13 Maret 2026,” imbuhnya.

Dalam rekrutmen tersebut, calon pelamar diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain minimal berpendidikan D-III dan diutamakan S1 dengan pengalaman kerja kurang dari tiga tahun. Pelamar juga harus memiliki kemampuan komunikasi, presentasi, dan manajerial, mampu mengoperasikan komputer khususnya Microsoft Office, serta tidak berstatus ASN, TNI, Polri, maupun terikat kontrak kerja dengan pihak lain. Selain itu, pelamar diutamakan berdomisili di lokasi penataan akses reforma agraria, mampu bekerja dalam tim, siap bekerja penuh waktu, serta sanggup bekerja di bawah tekanan dan target waktu.

Adapun dokumen administrasi yang harus dilampirkan meliputi surat lamaran, KTP-el atau surat keterangan perekaman KTP-el, ijazah terakhir dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi, pas foto ukuran 4x6 latar merah sebanyak dua lembar, daftar riwayat hidup, surat keterangan kerja jika ada, SKCK yang masih berlaku, serta NPWP, nomor rekening, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....