Lalat Hijau dan Lalat Biasa (Lalat Rumah)
- 29 Jan 2026 07:48 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Lalat merupakan salah satu serangga yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pemukiman manusia. Keberadaannya sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang kurang bersih karena lalat cenderung hinggap dan berkembang biak di tempat yang mengandung bahan organik membusuk, seperti sampah, kotoran, dan sisa makanan. Dua jenis lalat yang umum ditemui adalah lalat hijau dan lalat biasa (lalat rumah). Dilansir dari wikipedia.org
1. Lalat Hijau
Lalat hijau atau green bottle fly adalah sekelompok lalat dari keluarga Calliphoridae yang sering ditemukan di lingkungan dengan bahan organik yang membusuk. Spesies yang paling dikenal adalah Lucilia sericata, memiliki tubuh dengan warna hijau metalik atau kebiruan yang mencolok serta ukuran yang sedikit lebih besar dibanding lalat rumah.
Ciri-ciri utama lalat hijau:
Tubuh berwarna hijau metalik atau biru-hijau dengan kilau cerah.
Ukuran dewasa sekitar 10–14 mm — lebih besar daripada lalat rumah biasanya.
Sayap transparan dengan urat halus, dan suara dengung yang kuat.
Larva (belatung) berkembang di bahan yang membusuk seperti daging, bangkai, atau sampah organik.
Lalat hijau tertarik pada bau busuk dan bahan organik yang membusuk, sehingga sering dijumpai di tempat pembuangan sampah, pasar, atau tempat potong hewan. Larvanya makan jaringan mati, dan oleh sebab itu Lucilia sericata juga dipelajari dalam forensik entomologi untuk membantu menentukan waktu kematian, serta digunakan dalam terapi maggot untuk membersihkan luka karena hanya memakan jaringan mati
2. Lalat Biasa (Lalat Rumah)
Lalat rumah, atau Musca domestica, adalah jenis lalat yang paling umum ditemui di rumah, tempat sampah, atau area pemukiman manusia. Lalat ini termasuk dalam keluarga Muscidae dan dikenal sebagai salah satu lalat yang paling dekat hubungannya dengan kehidupan manusia di seluruh dunia.
Ciri-ciri utama lalat rumah:
| Baca juga: Warga Fakfak Diajak Pilah Sampah dari Rumah |
Tubuh berwarna abu-abu sampai hitam.
Pada thorax terlihat empat garis gelap memanjang dari bagian belakang kepala ke punggung.
Ukuran relatif lebih kecil, sekitar 4–8 mm panjang tubuh dewasa.
Larva (belatung) berwarna putih dan hidup di bahan organik membusuk seperti sampah, tinja, atau makanan basi.
Lalat rumah berkembang biak dengan cepat dalam kondisi yang penuh sampah atau kotoran, dan sering hinggap di permukaan makanan. Mereka menggunakan mulut yang khas untuk merembeskan air liur pada makanan agar dapat mencernanya. Karena hinggap di tempat kotor lalu pindah ke makanan, lalat rumah dapat menjadi vektor mekanis penyebaran penyakit, termasuk bakteri dan patogen lain yang menyebabkan gangguan pencernaan.
Kedua jenis lalat ini dapat membawa kuman atau bakteri yang menempel di tubuhnya ketika mereka hinggap pada tempat kotor atau bahan membusuk. Jika kemudian lalat tersebut hinggap pada makanan atau alat makan manusia, mereka dapat menyebabkan risiko penyakit seperti diare, kolera, disentri, atau infeksi lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....