Program Cetak Sawah 450 Hektare Mulai Digarap Bertahap di Fakfak

  • 09 Jun 2026 13:59 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 450 hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2029. Program tersebut berada di bawah koordinasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Taha Bahmid, mengatakan program cetak sawah tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang harus disambut dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

"Terkait dengan program cetak sawah yang diperlukan, merupakan program PSN, program nasional. Kita di daerah harus menjemput ini, karena ini juga salah satu program yang bagaimana kita membangun ketahanan pangan secara khusus di daerah dan secara umum di tingkat nasional," ujar Taha Bahmid.

Ia menjelaskan, pada tahun ini pelaksanaan program akan dimulai di dua distrik, yakni Distrik Tomage dan Distrik Bomberai. Kegiatan tersebut akan menyasar tiga kampung yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengembangan sawah baru.

"Jadi pastinya di tahun ini juga akan diadakan program cetak sawah di dua distrik di Kabupaten Fakfak, yaitu Distrik Tomage dan Bomberai, yang terbagi atas tiga kampung, yaitu Kampung Onimsari, Mekarsari, dan Warisamulia. Jadi totalnya semuanya 450 hektare," katanya.

Menurut Taha, pemerintah daerah telah menuntaskan tahapan awal berupa penyusunan CPCL atau Calon Petani dan Calon Lokasi. Tahapan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sebelum memasuki proses pengerjaan di lapangan.

"Pertama itu kita CPCL dulu, calon petani kemudian calon lahan, sudah siap kemarin, semua sudah siap. Kemudian Pak Kadis sudah ke Jayapura untuk tanda tangan kontrak-kontrak dengan pihak ketiga untuk realisasi pelaksanaan pencetakan sawah ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah proses pencetakan sawah selesai dilakukan, kegiatan akan langsung dilanjutkan dengan penanaman padi. Pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai dukungan yang dibutuhkan petani melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Nanti selesai pencetakan sawah, langsung dilakukan penanaman. Jadi semua yang terkait dengan saprodi maupun alat itu semua dari program pusat melalui APBN. Kita di daerah lebih pada pendampingan untuk pelaksanaan kegiatan ini," jelasnya.

Taha menyebutkan, masyarakat di tiga kampung tersebut sebenarnya telah lama melakukan budidaya padi sawah. Namun, produktivitas belum optimal karena masih terkendala minimnya sarana pendukung, terutama jaringan irigasi yang memadai.

"Sebelumnya di tiga kampung ini sudah melakukan penanaman padi sawah, cuma karena terkendala berbagai fasilitas, mungkin irigasi. Selama ini mereka rata-rata masih mengandalkan tadah hujan," tuturnya.

Melalui program cetak sawah seluas 450 hektare tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap persoalan infrastruktur penunjang dapat teratasi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Dinas PUPR akan berkolaborasi menyediakan kebutuhan irigasi agar lahan pertanian dapat dikelola secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan produksi pangan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....