Komitmen Pemkab Fakfak Sukseskan Swasembada Pangan Nasional
- 02 Feb 2026 12:35 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Komitmen tersebut difokuskan pada penguatan komoditas strategis, khususnya padi dan jagung, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Zulkifly Laode Hilu, menjelaskan bahwa secara nasional telah disusun perencanaan penguatan ketahanan pangan untuk periode 2026 hingga 2030. Program tersebut merupakan kebijakan pusat yang diterapkan secara berjenjang hingga ke daerah.
“Di tahun 2026–2030 itu memang secara nasional ada perencanaan terkait dengan penguatan ketahanan pangan, melalui program yang dilakukan oleh pemerintah pusat, karena ketahanan pangan itu harus kuat,” ujar Zulkifly Laode Hilu.
| Baca juga: Lurah Tegaskan Wajib Miliki Lahan Koperasi |
Menurutnya, ketahanan pangan memiliki keterkaitan langsung dengan seluruh aktivitas masyarakat. Ia menegaskan bahwa pangan menjadi kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi. “Artinya kalau perut ini kenyang, berarti semua aktivitas bisa kita jalankan,” katanya.
Zulkifly menyebutkan, dalam program prioritas nasional tersebut, penguatan ketahanan pangan difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung. Untuk komoditas padi, pemerintah pusat telah menetapkan alokasi cetak sawah di wilayah Papua Barat, termasuk Kabupaten Fakfak.
“Secara nasional, Papua Barat mendapatkan alokasi cetak sawah, dan untuk Kabupaten Fakfak sendiri mendapatkan kegiatan seluas 450 hektare. Kegiatan ini langsung diharapkan untuk cetak sawah dan langsung tanam,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan padi di Kabupaten Fakfak memiliki potensi yang cukup besar, terutama di Distrik Tomage dan Distrik Bomberai. Namun demikian, pengelolaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan karakteristik tanah.
“Potensi itu memang tidak kita harapkan langsung 100 persen, tapi menuju ke sana harus bertahap, dilihat dari kondisi tanah dan perencanaan. Pendampingan sudah dilakukan sejak awal,” kata Zulkifly.
Dalam pelaksanaan program padi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak juga bekerja sama dengan TNI untuk pendampingan di lapangan. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memastikan kegiatan cetak sawah dan penanaman berjalan sesuai rencana.“Kita bekerja sama dengan TNI untuk mendampingi di lapangan, agar pelaksanaan kegiatan padi ini bisa berjalan dan menggerakkan masyarakat,” ujarnya.
Selain padi, pengembangan jagung juga menjadi bagian dari program swasembada pangan, dengan fokus pada jagung hibrida untuk kebutuhan pakan ternak. Untuk komoditas jagung, pendampingan lapangan dilakukan bersama Kepolisian Republik Indonesia. “Jagung ini dikhususkan untuk jagung hibrida, terutama untuk pakan ternak, dan untuk jagung kita bekerja sama dengan Polri. Semua ini ditujukan untuk mendukung swasembada pangan,” tutup Zulkifly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....