Dinas Pertanian Fakfak Targetkan 450 Hektare Sawah

  • 03 Feb 2026 12:00 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pengawasan dan pengembangan persawahan di Kabupaten Fakfak terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menuju swasembada pangan. Total luasan persawahan yang direncanakan mencapai 450 hektare, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Zulkifly Laode Hilu, mengatakan pengembangan persawahan tidak dilakukan sekaligus. “Pengawasan persawahan di Kabupaten Fakfak itu kan 450 hektare tapi itu bertahap. Jadi di tahun 2006 kita usahakan 150 hektare,” ujarnya.

Menurut Zulkifly, pengembangan 150 hektare tersebut menjadi langkah awal untuk mencapai target keseluruhan. “Untuk 150 hektare sampai targetnya itu 450 hektare sampai tahun 2029, dan di tahun 2030 itu sudah targetnya untuk panen,” katanya.

Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan. “Seperti begitu, menuju kepada swasembada pangan. Artinya kita memulai, kita tidak hanya pertanian saja,” jelas Zulkifly.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak juga melibatkan berbagai pihak. “Kita dengan TNI untuk bersama-sama memberikan dukungan, tapi doa untuk bagaimana untuk menuju kepada swasembada,” ungkapnya.

Zulkifly menambahkan, pengembangan padi di Fakfak diharapkan dapat menjadi bukti bahwa komoditas tersebut bisa diusahakan di daerah ini. “Intinya kita melihat supaya bukan hanya menyemai, tapi setidaknya ada sedikit supaya, wah ternyata di Fakfak juga bisa diusahakan terkait dengan padi,” ujarnya.

Selain padi, pemerintah daerah juga memperhatikan pengembangan jagung. Ia menyebutkan bahwa secara nasional alokasi jagung mencapai satu juta hektare. “Untuk Papua Barat itu kemarin dialokasikan sekitar 330 hektare, tapi itu kan disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada di Kabupaten Fakfak,” jelas Zulkifly.

Untuk komoditas padi, ia memastikan kesiapan lahan sudah memadai. “Kalau padi, untuk persoalan lahannya, Alhamdulillah sudah siap untuk dikerjakan. Dan itu melibatkan tidak hanya Dinas Pertanian, tapi SID-nya dari provinsi, sama Bapeluh Dinas Pertanian,” katanya.

Zulkifly juga mengungkapkan bahwa penanaman padi memanfaatkan bendungan di Distrik Bomberai yang mampu mengairi lahan hingga 1.200 hektare. “Targetnya itu mungkin di bulan Maret kita akan menanam. Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar sesuai keinginan kita untuk menuju Maret 2026, Insya Allah untuk kita tanam,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....