Ketergantungan Beras Impor Jadi Tantangan Fakfak saat Ini

  • 12 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Program Cetak Sawah Rakyat yang digulirkan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Program nasional tersebut dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan produksi beras lokal dan mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Taha Bahmid, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, kondisi Fakfak saat ini masih sangat bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

"Program Cetak Sawah Rakyat merupakan program nasional yang sudah jelas untuk bagaimana kita memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun secara nasional. Di Fakfak ini hampir 94 persen beras masih didatangkan dari luar, sedangkan yang lokal selama ini hanya sekitar 6 persen," ujar Taha.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut pemerintah ingin mendorong masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan produksi pangan. Kehadiran program nasional itu juga diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung kemandirian pangan di Fakfak.

Menurut Taha, di setiap kampung telah terdapat kelompok-kelompok tani yang memiliki lahan garapan masing-masing. Sebagian besar lahan tersebut merupakan lahan yang sebelumnya pernah dikelola masyarakat, namun pengembangannya terkendala oleh minimnya sarana dan prasarana pendukung pertanian.

"Selama ini sarana penunjang belum memadai, terutama terkait irigasi, baik primer maupun sekunder. Akhirnya sekarang pemerintah pusat memperhatikan hal ini untuk bagaimana membenahi semua kebutuhan tersebut," katanya.

Ia mencontohkan wilayah Bomberai yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Masyarakat di daerah tersebut menerapkan pola tanam musiman, sementara pada masa tidak menanam padi mereka memanfaatkan lahan untuk membudidayakan tanaman hortikultura, khususnya sayur-sayuran.

Namun demikian, Taha mengakui tingginya biaya operasional masih menjadi tantangan bagi para petani. Kebutuhan biaya untuk pengolahan lahan, pembelian pupuk, hingga penyediaan fasilitas pendukung menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan petani dalam menjalankan usaha taninya. Meski memiliki potensi yang besar, menurutnya sektor pertanian di Bomberai membutuhkan dukungan infrastruktur dan pembiayaan yang memadai agar Program Cetak Sawah Rakyat dapat berjalan optimal dan benar-benar meningkatkan produksi pangan lokal di Kabupaten Fakfak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....