Kasus Kematian Bayi di Sanggau Naik, Dinkes Perkuat Evaluasi
- 30 Sep 2026 21:46 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau memperkuat evaluasi program pencegahan angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB) setelah jumlah kasus kematian bayi meningkat pada 2026. Data Dinkes Sanggau mencatat, kasus kematian bayi naik dari 41 kasus pada 2025 menjadi 51 kasus pada 2026.
“Untuk tahun 2025, angka AKI sebesar 112,56 per 100.000 kelahiran hidup dengan 10 kasus, sedangkan AKB sebanyak 41 kasus dengan angka kematian bayi 4,61 per 1.000 kelahiran hidup. Untuk tahun 2026, AKI ada enam kasus dengan angka 67,53 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKB mencapai 51 kasus dengan angka 5,74 per 1.000 kelahiran hidup,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori, Rabu 30 September 2026.
| Baca juga: Penurunan Stunting di Entikong Belum Merata |
Meski jumlah kasus kematian bayi meningkat, Najori menyebut angka AKI dan AKB Kabupaten Sanggau masih berada di bawah target nasional. Pada 2026, target nasional AKI sebesar 109 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 11,63 per 1.000 kelahiran hidup.
“Untuk Kabupaten Sanggau tahun 2025, AKI dan AKB tidak melebihi target nasional, yaitu AKI 122 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12,62 per 1.000 kelahiran hidup. Begitu juga pada 2026, AKI dan AKB masih tidak melebihi target nasional,” ujarnya.
Evaluasi bersama puskesmas dan rumah sakit dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dalam pencegahan dan penanganan penyebab utama kematian ibu dan bayi. Evaluasi juga diarahkan pada penguatan deteksi dini risiko, penanganan kegawatdaruratan, sistem rujukan, serta tindak lanjut kasus.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelayanan, serta memperkuat koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit, khususnya dalam deteksi dini risiko, penanganan kegawatdaruratan, sistem rujukan, dan tindak lanjut kasus serta program yang menjawab akar masalah,” terangnya.
Najori menegaskan, setiap kasus kematian ibu dan bayi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Ia mendorong hasil evaluasi diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang nyata dan terukur agar risiko dapat dideteksi lebih awal dan penanganan maupun rujukan dilakukan secara cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....