Penurunan Stunting di Entikong Belum Merata
- 29 Sep 2026 21:25 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Penurunan angka stunting di Kecamatan Entikong, wilayah perbatasan RI-Malaysia, belum merata di seluruh desa. Kepala Puskesmas Entikong, Gatot Setiarno mengungkapkan, angka stunting terendah tercatat di Desa Entikong sebesar 10,73 persen, sementara yang tertinggi di Desa Suruh Tembawang masih berada di kisaran 40 persen.
“Dari lima desa itu ada angka stunting yang alhamdulillah sangat baik itu di Desa Entikong dengan persentase 10,73 persen dan harus kita akui di Desa Suruh Tembawang persentasenya masih cukup tinggi di angka 40-an,” kata Gatot di Puskesmas Entikong, Selasa 29 September 2026.
Ia menyampaikan, wilayah kerja Puskesmas Entikong mencakup lima desa, yakni Desa Entikong, Nekan, Pala Pasang, Suruh Tembawang, dan Semanget. Dari lima desa tersebut, Pala Pasang dan Suruh Tembawang merupakan wilayah yang cukup jauh sehingga kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan.
“Jadi, stunting masih menjadi permasalahan yang harus kita hadapi bersama. Penurunan stunting ini merupakan prioritas program nasional di bidang kesehatan dan puskesmas sebagai ujung tombak terdepan juga melaksanakan ini kerja sama dengan berbagai pihak yang ada di wilayah kerja puskesmas,” jelasnya.
Ia memaparkan, kerja sama penanganan stunting dilakukan bersama pihak kecamatan, pemerintah desa, kader Posyandu, dan berbagai pihak lainnya. Upaya tersebut diperkuat melalui edukasi gizi serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita secara rutin.
“Yang menjadi titik perhatian terus yang pertama adalah tentang edukasi gizi. Jadi betapa banyak mungkin warga kita yang belum terlalu paham bagaimana gizi yang baik untuk dari kehamilan, melahirkan, dan seterusnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain edukasi gizi, Puskesmas Entikong mendorong orang tua rutin membawa bayi dan balita ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, pemantauan tumbuh kembang penting dilakukan agar bayi dan balita yang membutuhkan perhatian khusus dapat segera mendapat intervensi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....