Pabrik Tutup Pembelian, Petani Sawit Sanggau Merugi
- 15 Sep 2026 21:08 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Sejumlah petani sawit di Kabupaten Sanggau berpotensi mengalami kerugian besar setelah beberapa perusahaan membatasi hingga menghentikan sementara pembelian TBS. Ketua APKASINDO Sanggau, Mahathir Muhammad mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena kapasitas tangki CPO perusahaan sudah penuh akibat terganggunya distribusi.
"Beberapa perusahaan di Sanggau sendiri tutup. Kapasitas tangkinya sudah penuh, tidak menerima TBS inti maupun plasma untuk sementara waktu," kata Mahathir melalui pesan WhatsApp, Selasa 15 September 2026.
Ia menjelaskan, terganggunya distribusi hilir dampak surutnya air Sungai Kapuas membuat pengangkutan CPO tidak berjalan normal sehingga stok minyak sawit mentah menumpuk di pabrik. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan TBS milik petani yang selama ini bergantung pada pembelian perusahaan.
“Ya bisa jadi kerugian petani itu bisa sampai 200 persen karena apa? Karena sudah bayar pupuk, hutang pupuk, terus panen dan lain-lainnya. Jadi, ini yang luar biasa," ujarnya.
Mahathir mengungkapkan, petani yang sudah terlanjur memanen TBS terpaksa menjual hasil panennya kepada pengepul. Sementara untuk mengurangi risiko kerugian, petani mengatur kembali rotasi panen dengan memanen buah yang benar-benar sudah matang.
“Yang bisa dilakukan petani adalah TBS yang sudah terlanjur dipanen jual ke pengepul. Kita mengatur rotasi panen lagi, panen buah yang sudah betul masak," jelasnya.
Menurutnya, TBS yang telah dipanen tidak dapat disimpan terlalu lama karena akan mengalami penurunan kualitas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan asam lemak bebas atau FFA yang kemudian memengaruhi kualitas hasil olahan CPO.
“TBS tidak bisa disimpan lama setelah dipanen karena merusak kualitas hasil olahan CPO, asam lemak bebas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, APKASINDO Sanggau telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pihak perusahaan terkait kondisi tersebut. Namun, hambatan distribusi yang dipicu kondisi Sungai Kapuas yang surut masih menjadi kendala utama sehingga diperlukan langkah bersama untuk mencari solusi.
"Alhamdulillah, kita sudah berkoordinasi. Pemerintah juga berupaya membantu dengan memanggil perusahaan-perusahaan dan mencari solusi agar distribusi CPO kembali lancar. Kita tidak bisa saling menyalahkan, tetapi harus bergerak bersama-sama mencari jalan keluarnya," ucap Mahathir.
Ia berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama mencari solusi agar distribusi CPO kembali normal dan penyerapan TBS petani dapat berjalan seperti biasa. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak kendala alam sehingga penyelesaiannya membutuhkan kerja sama pemerintah, perusahaan, dan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....