Ini Potensi Hutan yang Menjanjikan Selain Sawit
- 29 Agt 2026 20:17 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Ketergantungan pada satu komoditas dinilai dapat membuat perekonomian masyarakat rentan ketika harga mengalami penurunan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan komoditas alternatif seperti durian, kopi, kakao dan karet yang memiliki potensi ekonomi di kawasan perdesaan.
Junior Program Officer JARI Indonesia Borneo Barat, Fikri RF mengatakan, masyarakat membutuhkan pilihan komoditas lain yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan selain kelapa sawit. Menurutnya, pengembangan komoditas alternatif perlu dibarengi dukungan pemerintah agar produktivitas, kualitas dan akses pasarnya dapat meningkat.
“Pemerintah perlu mencari atau mengembangkan alternatif komoditas lainnya selain sawit. Komoditas lain seperti durian, kopi, kakao dan karet perlu dikembangkan serta ditunjang agar tanamannya bisa tumbuh subur dan pasarnya jelas,” kata Fikri dalam Obrolan Green Radio RRI Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.
| Baca juga: Hutan Bukan Cuma Kayu, Ini Potensinya |
Fikri menjelaskan, masyarakat Kalimantan sebelumnya juga pernah menjadikan karet sebagai salah satu komoditas utama sebelum kelapa sawit berkembang luas. Ketika harga karet mengalami penurunan, masyarakat kemudian membutuhkan komoditas lain sebagai sumber pendapatan, sehingga pengalaman tersebut dinilai perlu menjadi pembelajaran dalam menentukan arah ekonomi masyarakat saat ini.
“Dulu kita pernah kena masa-masa bagusnya karet, orang Sanggau tahu mereka selalu dengan karet sebelum ada sawit. Ketika karet jatuh, mereka kebingungan alternatif lain apa, akhirnya datang sawit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelapa sawit memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakat telah mengenal pola budidaya dan memiliki akses pasar yang relatif tersedia. Sementara komoditas seperti kopi, kakao dan durian membutuhkan penguatan pengetahuan, teknologi pertanian serta dukungan pemasaran agar mampu memberikan hasil ekonomi yang optimal.
“Kita jangan mengulangi hal yang sama, sawit diperbanyak, namun ketika harga jatuh tetap saja sama konteksnya dengan karet dan lain-lain. Alternatif tanaman komoditas lain itu perlu dikembangkan kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Fikri, diversifikasi komoditas bukan berarti melarang masyarakat menanam sawit, tetapi menciptakan keseimbangan sumber penghasilan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Pengembangan berbagai tanaman juga dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengoptimalkan potensi yang telah lama dimiliki masyarakat.
Ia berharap, pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih luas terhadap pengembangan komoditas lokal, termasuk peningkatan kapasitas petani dan kepastian pasar. Dengan pilihan komoditas yang lebih beragam, masyarakat diharapkan memiliki sumber pendapatan alternatif ketika terjadi perubahan harga sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....