Kemarau dan BBM Mahal Tambah Beban Petani Sawit Sanggau

  • 24 Agt 2026 21:18 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Kondisi kemarau menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani kelapa sawit di Kabupaten Sanggau. Ketua DPD APKASINDO Sanggau Mahathir Muhammad menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi penerimaan TBS dan harga sawit di sejumlah pabrik.

“Yang saat ini yang paling utama adalah karena kemarau ini ya. Jadi harga itu di satu pabrik naik, di satu sisi tidak menerima dan ada yang turun,” kata Mahathir saat pelepasan kontingen DPD APKASINDO Kabupaten Sanggau ke IKN di Kantor Bupati Sanggau, Senin 24 Agustus 2026.

Mahathir menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan kapasitas tangki di sejumlah pabrik yang penuh. Selain itu, kondisi kemarau juga berdampak pada ketersediaan air di Sungai Kapuas yang biasanya digunakan untuk pengangkutan hasil sawit.

“Karena banyak apa? Penuhnya tangki-tangki tadi dan kemaraunya Kapuas kita,” ungkapnya.

Mahathir juga menyoroti mahal dan langkanya BBM yang menambah beban petani. Kondisi tersebut membuat biaya untuk membawa hasil sawit meningkat dan tambahan biaya itu harus ditanggung petani.

“Apalagi sekarang juga ditambah dengan minyak yang luar biasa mahalnya ya dan langkanya itu ya susah. Jadi membawanya itu ada penambahan harga yang harus ditambahkan di situ,” ucapnya.

Ia menilai, kondisi tersebut semakin menambah beban petani dalam memasarkan hasil sawit di tengah musim kemarau. Mahathir berharap persoalan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendukung keberlanjutan usaha petani sawit di Kabupaten Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....