Sekolah Daring, Orang Tua Siapkan Gizi Mandiri Anak
- 29 Agt 2026 16:57 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Pelaksanaan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) akibat kabut asap membuat penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara. Kebijakan ini diambil guna meminimalisir aktivitas anak-anak di luar rumah demi menjaga kesehatan serta keselamatan anak-anak sekolah.
Hal tersebut disampaikan Derry Hargiyantoro, Orang Tua Siswa dalam Dialog MBG RRI PRO1 Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026. Ia menjelaskan, pada awal penerapan sistem sekolah daring, sebagian orang tua murid sempat mempertanyakan penghentian sementara program pembagian paket gizi gratis tersebut.
"Awal-awal ketika mulai daring sempat bertanya kenapa tidak ada MBG lagi, tetapi setelah diberi pengertian dan pemberitahuan dari pihak MBG serta pemerintah, kami memahami bahwa selama daring program ini dihentikan sementara," kata Derry.
Ia menambahkan, penghentian distribusi ini membuat pemenuhan asupan gizi harian anak selama belajar dari rumah kembali bergantung pada kesiapan serta kondisi dapur masing-masing keluarga. Menurutnya, orang tua kini perlu menyesuaikan bahan pangan yang ada di rumah agar gizi anak tetap terpenuhi sesuai kemampuan keluarga.
"Kalau untuk gizi tergantung dapur masing-masing, kita menyesuaikan apa yang kita punya seperti menyediakan telur atau daging ayam yang harganya relatif terjangkau dan mudah didapatkan," jelasnya.
Bahan makanan sederhana namun bergizi tinggi seperti telur dan daging ayam menjadi pilihan praktis yang disarankan untuk dikonsumsi harian. Ketersediaan komoditas tersebut, menurut Derry, di pasaran lokal dinilai cukup melimpah dengan harga yang relatif terjangkau bagi sebagian besar lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Derry mengungkapkan, keberadaan program MBG sebenarnya sangat membantu perekonomian keluarga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah. Bantuan makanan bergizi di sekolah terbukti mampu menekan pengeluaran harian orang tua untuk alokasi uang jajan serta biaya makan pagi dan siang anak.
"Bagi sebagian orang karena saya tinggal pun di wilayah yang heterogen kan yang istilahnya ekonominya ada yang menengah ada yang keatas jadi istilahnya untuk mereka yang ekonominya menengah bagi mereka itu sangat-sangat di butuhkan karena istilahnya meminimalisir keluarnya uang jajan atau uang makan minimal di pagi dan siang hari," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....