Pelajar Dirumahkan imbas Kabut Asap, Tantangan Baru untuk Orang Tua

  • 29 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Peralihan pembelajaran dari sekolah ke rumah akibat kabut asap membuat orang tua harus mengambil peran lebih besar dalam mendampingi pendidikan anak. Bagi Derry Hargiyantoro, yang merupakan orang tua siswa di Kalimantan Barat, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak.

Ia mengatakan, pembelajaran daring membuat orang tua harus membagi waktu antara pekerjaan, aktivitas rumah tangga, dan mendampingi anak menyelesaikan tugas. Ia menilai situasi tersebut berbeda dengan pembelajaran tatap muka karena guru tidak dapat mengawasi anak secara langsung.

“Ini bisa dikatakan agak keteteran juga untuk mengurus anak, apalagi yang di rumah itu anaknya tidak hanya satu. Memang tugas yang ada dan harus memaksa mereka belajar tanpa kondisi yang formal terkadang perlu perhatian yang ekstra,” ujar Derry dalam Dialog MBG di RRI Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.

Meski demikian, Derry melihat pembelajaran daring tetap memiliki sisi positif karena waktu pengerjaan tugas menjadi lebih fleksibel. Ia mencontohkan anaknya bahkan pernah menyelesaikan dan mengirimkan tugas pada malam hari karena menyesuaikan waktu dengan aktivitas keluarga.

“Kalau biasanya anak-anak belajar di sekolah dari jam tujuh sampai dua belas, sekarang bisa sampai jam sembilan dikasih waktu. Jadi untuk menyelesaikan satu pembelajaran atau mengerjakan tugas lebih fleksibel,” katanya.

Menurutnya, fleksibilitas tersebut juga membuat orang tua dapat mengatur jadwal belajar anak sesuai kondisi di rumah. Namun, pendampingan tetap diperlukan agar anak tidak kehilangan kebiasaan belajar selama tidak datang ke sekolah.

“Kalau anak hanya dibiarkan tanpa belajar, ujung-ujungnya mereka akan mengabaikan aktivitas yang menjadi rutinitas mereka ketika nanti masuk sekolah kembali. Mereka seperti mulai dari nol,” ungkapnya.

Derry juga menilai keputusan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring sudah tepat untuk kondisi kabut asap yang membahayakan kesehatan. Menurutnya, memaksa anak tetap datang ke sekolah justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan karena mereka harus beraktivitas di luar rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....