Kabut Asap Ubah Sistem Belajar, Akses Perangkat Jadi Masalah
- 29 Agt 2026 20:32 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Kabut asap membuat sejumlah sekolah di Kalimantan Barat menerapkan pembelajaran daring untuk menjaga kesehatan siswa. Namun, kebijakan tersebut menghadirkan persoalan baru karena tidak seluruh siswa memiliki perangkat dan akses yang memadai untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Kepala SDN 39 Pontianak Kota, Susintoi, mengatakan sekolah harus mencari berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan di tengah keterbatasan tersebut. Saat ini, guru memanfaatkan Zoom, Google Meet, video pembelajaran, serta grup WhatsApp kelas untuk menjangkau siswa.
“Tidak semua murid, bahkan orang tua juga tidak semuanya memiliki handphone, apalagi laptop. Cukup banyak peserta didik yang tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, mungkin hanya bisa menerima tugas via WhatsApp grup, tetapi tidak bisa mengikuti Zoom,” ujar Susintoi dalam Dialog MBG di RRI Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga juga turut memengaruhi fasilitas belajar siswa selama pembelajaran dilakukan dari rumah. Karena itu, sekolah memberikan kelonggaran waktu bagi siswa yang terkendala perangkat maupun akses internet agar tetap dapat menyelesaikan tugas.
“Walaupun ada Zoom seperti ini, guru menyampaikan materi, pada akhirnya (guru-guru) tetap juga mengirimkan materi via grup WhatsApp. Bagi yang memang belum selesai, kita akan berikan pemakluman karena memang kita tidak bisa samakan keadaan ketika belajar tatap muka langsung dengan daring,” katanya.
Susintoi menyebut pembelajaran daring di sekolah tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan sebelum 17 Agustus 2026 dan masih berlanjut mengikuti arahan pemerintah daerah. Guru tetap hadir di sekolah, sementara siswa mengikuti pembelajaran dari rumah dengan metode yang disesuaikan kemampuan masing-masing.
“Kita tetap upayakan bahwa semua murid mengikuti pembelajaran, tetapi disesuaikan dengan daya kemampuan orang tua dalam mengikuti metode yang sudah kita terapkan,” ungkapnya.
Ia mewakilih pihak sekolah berharap kondisi udara segera membaik sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Namun, selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara, sekolah akan terus menyesuaikan metode pembelajaran agar hak siswa memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....