Sanggau Masih Bergantung pada Laboratorium Eksternal untuk Uji Lingkungan
- 20 Agt 2026 21:02 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau mendorong pembangunan laboratorium lingkungan mandiri untuk mempercepat pengujian sampel. Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup, DLH Sanggau, Yesaya Poulorossi P. Antang Obob menyampaikan saat ini, DLH Sanggau masih bergantung pada laboratorium terakreditasi di Pontianak dalam menangani laporan dugaan pencemaran lingkungan.
“Kalau kami dapat laporan, kami harus meminta laboratorium yang ada di Pontianak. Kendalanya, personel terbatas dan cakupan pelayanannya melayani seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat,” ujar Yesaya Poulorossi P. Antang Obob di Sanggau pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat proses pengujian sampel dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Ia menilai keberadaan laboratorium mandiri diperlukan agar respons terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau punya laboratorium sendiri, kita bisa cepat tanggap ketika menerima laporan dan aduan. Kita bisa melakukan uji mandiri sehingga tidak bergantung lagi dengan laboratorium di Pontianak,” ungkapnya.
Selain mempercepat pelayanan, ia menyebut, laboratorium lingkungan mandiri dinilai berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Fasilitas tersebut dapat melayani pengujian limbah dari perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sanggau.
“Misalnya di Sanggau ada 200 perusahaan, kalau mereka uji limbah di lab kita, bisa mendapat pendapatan. Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong kepala daerah memiliki laboratorium lingkungan sendiri,” katanya.
Obob mengatakan, usulan pembangunan laboratorium lingkungan mandiri telah disampaikan kepada Pemkab Sanggau melalui Bapperida. Rencana tersebut kini masih dalam tahap analisis dan kajian dengan harapan dapat direalisasikan tahun depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....